MEPAGO.CO

Terpercaya dan Selalu Ada Dihati

banner 728x100

PON XX, di Final Gateball Papua Kalah Tragis

PON XX, di Final Gateball Papua Kalah Tragis
Menajer Saudara Hutablian ketika foto bersama dengan pelatih Andi Suardi, Erwin dan Jhon usai menerima medali. (FT : Robin SInambela)

MEPAGO.CO.BALIGE– Partai final Pra PON dan Kejurnas 2019 kategori Double putra antara Papua melawan Sulawesi Utara di lapangan  Gateball Balige, Kabupaten Tobasa, Sabtu 2 November 2019.

Tim Papua menurunkan Erwin Serpara dan Jhon Bria. Sedangkan Tim Sulut menurunkan Rival dan Jacson. Bermain dilapangan I, pertandingan berjalan seru dan ketat. Kedua tim memperlihatkan kehebatan mereka bermain Gateball. Alhasil penonton yang menyaksikan pertandingan terdecak kagum dan selalu bertepuk tangan, manakala pemain Gateball memukul bola dengan apek

Akhirnya setelah 30 menit pertandingan berakhir. tim Sulut menang melawan Papua dengan scor 13-9. Dengan demikian sulut keluar sebagai juara 1 dan berhak meraih medali emas. Sedangkan Papua harus puas meraih medali perak. ‘’Kita harus akui mereka unggul skil strategi sama. Dari faktor latihan rutin yang dilakukan pemain Sulut. Sparking, pukulan lurus dan bantuan bola temannya atau bola penyangga stabil. Bola bantuan untuk teman semua jalan. Ini semua faktor latihan. Ini jadi bahan evaluasi buat Tim Papua,” kata menajer Saudara Balian Hutabalian yang diamini pelatih Andi Suardi usai menyaksikan partai final SUlut dan Papua.

Kelemahan tim Papua adalah program latihan misalnya kalau latihan sparking satu hari khusus sparking. ‘’Beda dengan kita latihan fokus tapi dalam satu hari itu program latihan gabung beberapa latiha.tidak fokus seperti Sulut satu hari bisa fokus untuk menembak dan satu hari bisa fokus sparking,’’ tambahnya.

 

KALAH SKIL

Permainan kedua tim menurut Saudara strategi permainan yang ditampilkan kedua tim sama, tidak beda, tapi Skil dan mental bertanding Papua kalah, khusus Jhon yang baru pertama kali tampil di dalam kejuaraan. Mental bermain  Jhon belum stabil. Beda dengan Erwin yang sudah berpengalaman. jam terbangnya tinggi. Alhasil Jhon tidak bisa mengikuti irama bermain Erwin. Tapi gak apa-apa’ masih ada waktu lagi. Yang penting Jhon sudah dapat pengalaman berharga di Pra PON dan Kejurnas 2019. ‘’Ini bagi saya pengalaman paling berharga buat saya untuk latihan dan bermain lebih bagus lagi,’ kata Jhon sembari meneteskan air mata saat berpelukan dengan temanya. Jhon tak bisa memendam rasa penyesalan. Akibat kesalahan pukulan, tim Papua kalah.

Dari babak awal sebenarnya kata Andi skil Jhon cukup bagus. Namun namanya bola  bulat di final permainannya sedikit menurun. Faktor psikologi dan jam terbang bermain masih perlu ditambah. Lebih khusus Jhon harus tingkatkan latihan lagi, jika ingin menjadi pemain gatebaal hndal kedepan. Selamat buat tim Gateball Papua. (*****)

Editor : Robin Sinambela

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan