Kasus Dugaan Ijazah Palsu Satreskrim Yapen Mulai Penyelidikan

Iptu. Dedy Syahputra Bintang, S.Tr,K, MH.(Foto: Galib)

MEPAGO,CO. YAPEN – Pemilihan Kepala Kampung beberapa bulan lalu masih menyisahkan sejumlah duka. Pasalnya, dari sekian calon kepala Kampung tersebut, 5 oknum calon kepala Kampung harus berurusan dengan polisi, setelah adanya dugaan kasus ikazah palsu.

Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP. Herzoni Saragih melalui Kasat Reskrim Iptu Dedi Syaputra Bintang, MH mengakui bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan ijazah palsu oleh oknum 5 calon kepala Kampung.

“Saat ini kami telah telah membentuk tim dalam rangka pemeriksaan atas indikasi dugaan ijazah palsu yang digunakan oleh 5 orang oknum calon kepala Kampung yaitu, Kampung Baireri Distrik Kepuluan Ambai, Kampung Nundawipi Distrik Yapen Selatan, Kampung Sere sere Distrik Yapen Timur, Kampung Arareni Distrik Teluk Ampimoi, Kampung, Narei Distrik Yapen Barat,” ungkapnya kepada media.

Dalam menangani indikasi dugaan kasus ijazah palsu tersebut sebelumnya kami telah membuat surat pemberitahuan dimulainya penyidikan( SPDP) ke pihak Kejaksaan Negeri Serui, ijazah tersebut mereka menggunakan untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Kampung dan kini ada yang resmi terpili jadi kepala kampung dan ada jug yang tidak terpilih.

” Kami sudah minta keterangan dari saksi ahli dari Dinas Pendidikan Propinsi dan beberapa saksi yang mengetahui prosesnya sampai ijaza itu ada, karena ada blangko palsu ada blangko asli di ketehui melalui sinar UV, berdasarkan informasi yang kami poroleh dari dinas pendidikan propinsi bahwa setiap ada lulusan SMA di kota Yapen ini ada sekitar 1000 orang yang akan lulus sesuai dengan data dinas propinsi tentunya ijaza yang di kirim lebih 0’2% atau sekitar 20 yang sisa tujuanya jika ijaza yang rusak atau salah penulisan bisa dapat di gantikan ” ucapnya

Dia juga menjelaskan sesuai aturanya ijazaj ijazah sisanya harus di musnakan dan disaksikan oleh pihak Kejaksaan, Kepolisian dan Pengadilan namun sejau ini kami tidak perna dihadirkan dalam pemusnahan ijazah itu. Olehnya itu kemarin saya kordinasi dengan kepala dinas pendidikan ijazah ijazah sisa itu di kemana semua.

Terkait pengecekan ijazah benar ada yang memiliki ijasanya asli tetapi kita cek melalui sistem barcode ternyata nama yang pemiliknya terdapat di barcode itu yang muncul jadi tidak bisa di bohongi lagi ya otomatis tidak falid, karena di Sisdiknas itu otomatis masuk di sistem jika barcode di cek nama yang di barcode itu yang terdaftar di sistem sehingga tidak bisa di bohongi.

Selain itu terkait blangko palsu yang terbuat dari percetakan terlihat melalui hologram itu harus terlihat mangkikat dan dicek kebenaranya melalui Yuvi kelihatan palsu sekali, sehingga kami sempat menanyakan peran panitia dalam verifikasi untuk calon kepala kampung itu seperti apa. Apakah nanti kedepan menjadi evaluas supaya melibatkan instansi lain untuk melakukan verifiksih agar tidak kecelongan seprti kemarin karen anggaran Negara yang di kelola.

Kasat Reskrim menambakan juga bahwa jika anggaran Negara yang di kelola itu jika keluar tidak sesuai dengan legalitas yang ada berati dikatakan kerugian negara.

” Jiika terbukti menggunakan ijazah palsu maka akan dikenakan pasal 263 ayat 2 KUHP yang menggunakan dokumen palsu dapat merugikan orang lain maupun negara dan kita juga menggunakan undang undang Sistem pendidikan Nasional dengan hukuman 5 tahun penjara ”

Untuk itu kita menunggu keterangan secara tertulis dari keterangan ahlinya baru kita lanjutkan ke tahap berikut yaitu menetapkan tersangka. (***)

Penulis: Galib Maswatu

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *