Kota Serui Sebagai Barometer Penertiban APK di Kabupaten Kepulauan Yapen

Uncategorized261 Dilihat

Oleh: Tamrin Sinambela

Kota Serui, sebagai ibukota Kabupaten Kepulauan Yapen, berperan penting dalam dinamika politik dan sosial yang dijuluki Kota Kembang dan Kota ACIS.

Dalam konteks pemilihan umum, Serui tidak hanya menjadi pusat administrasi dan kegiatan politik tetapi juga menjadi barometer penertiban Alat Peraga Kampanye (APK). Namun, keberadaan APK di seluruh penjuru kota menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas dan keseriusan lembaga terkait seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menegakkan aturan pemilu.

Penertiban APK bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi pemilu tetapi juga tentang integritas proses demokrasi itu sendiri. Kota Serui, dengan semua APK yang masih terpampang, menunjukkan bahwa ada celah dalam sistem penegakan aturan yang berlaku. Jika di ibukota kabupaten saja penertiban belum maksimal, bagaimana dengan distrik-distrik, kampung, dan pelosok yang jauh dari sorotan?

Bawaslu, KPU, dan Satpol PP harus memperkuat sinergi dan meningkatkan upaya penertiban tidak hanya di Serui tetapi juga di seluruh wilayah kabupaten. Apabila APK di kota belum sepenuhnya dibersihkan, bagaimana mungkin lembaga-lembaga ini dapat dipercaya untuk membersihkan APK di daerah yang lebih terpencil? Ini bukan hanya tentang logistik dan sumber daya tetapi juga tentang komitmen untuk memastikan pemilu yang adil dan bersih di setiap sudut Kabupaten Kepulauan Yapen.

Kota Serui harus menjadi cerminan dari keseriusan pemilu yang bersih. Keberhasilan penertiban APK di Serui akan menjadi sinyal kuat bahwa lembaga pemilu dan penegak hukum serius dalam menjalankan tugasnya. Ini akan menjadi fondasi kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Tanpa tindakan tegas dan konsekuen, kepercayaan itu akan sulit dibangun.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Bawaslu, KPU, dan Satpol PP untuk tidak hanya fokus pada penertiban APK di ibukota kabupaten tetapi juga memperluas upaya mereka ke daerah-daerah lain.

Keterlibatan masyarakat dan kesadaran kolektif juga perlu ditingkatkan untuk mendukung pemilu yang bersih dan adil. Kota Serui seharusnya menjadi awal dari perubahan positif ini, menjadi barometer yang benar-benar mencerminkan komitmen terhadap pemilu yang berintegritas di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *