Meski Tanding Perdana, Perbasi Apresiasi Sukses Penyelenggaraan Basket 3×3 PON XX Papua 1

ARENA PON XX92 Dilihat

MEPAGO,CO. TIMIKA – Ketua Umum Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kho Poo Thai (Danny Kosasih) mengatakan pertandingan basket disiplin 3×3 telah dilaksanakan dengan sangat baik di PON XX Papua Tahun 2021.

Ditemui di GOR Mimika Sport Complex (MSC), Rabu (13/10), Danny mengungkapkan jika sebagian daerah belum fokus dengan basket 3×3. Namun pada PON tahun 2024 mendatang, disiplin baru yang pertama kalinya dipertandingkan di PON XX Papua ini sedini mungkin dipersiapkan oleh semua peserta.

Ia mengatakan yang menjadi kebanggaan pada PON kali ini adalah Papua ternyata sudah fokus pada basket 3×3.

Kata Danny, basket 3×3 harus dikembangkan terus. Karena disiplin baru ini bisa mencetak atlet-atlet baru, misalnya dari sekolah. Di mana, basket 5×5 hanya satu tim dari satu sekolah yang bertanding, namun pada disiplin basket 3×3, satu sekolah dapat mengirimkan lebih dari satu tim untuk bertanding.

“Untuk saya, kalau 3×3 diadakan terus, kesempatan untuk berkembang di basket sangat bagus, karena kalau 3×3 banyak anak bisa bermain,” jelasnya.

Untuk pembinaan para atlet usia dini khusus basket 3×3, Perbasi sebut Danny sudah membagi pemusatan lapangan di beberapa pulau yakni untuk Sumatera Utara, ada Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan ada di Makassar, Jawa di Surabaya serta masih ada dua lapangan lagi untuk tim nasional putra dan putri.

Selain itu, Perbasi sendiri juga sedang mempersiapkan diri mengadakan event Kejurnas. Ada pula event Liga Basket umur 18, 23 dan tahun senior yang direncanakan digelar tahun depan. Untuk kesiapan ini, Perbasi sudah mengarahkan agar Liga profesional khusus untuk 3×3 digelar terlebih dulu.

Liga 3×3 ini harus digelar dulu sebelum adanya event lanjutan dengan alasan agar disiplin baru ini bisa lebih berkembang.

“Kami rencana tahun depan, karena saat ini masih ada masa pandemi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Danny mengapresiasi atlet basket 3×3 dari Papua. Dengan masuknya putri Papua ke babak semifinal, Danny berharap para atlet bisa terus dibina agar lebih profesional lagi.

Dalam kontingen Papua, terdapat dua atlet putra Papua yang bermain di 3×3 masih berumur 17 tahun. Ia yakin, jika dibina dengan baik, maka masa depan mereka akan lebih cerah di olahraga basket ini. “Perbasi harus punya visi untuk mengembangkan Indonesia Timur, itu yang menjadi fokus kita,” jelasnya sambil menambahkan Desember ini akan digelar liga basket kerjasama PT Freeport Indonesia. (HumasPPM/Sitha/Stefanus Ambing/Aurora)

 

Editor: Jery Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *