MEPAGO.CO

Terpercaya dan Selalu Ada Dihati

banner 728x100

Masa Reses DPD Yorrys Raweyai Tatap Muka Dengan Masyarakat di Yapen

Masa Reses DPD Yorrys Raweyai Tatap Muka Dengan Masyarakat di Yapen
Ketua Komite II DPD RI Dapil Papua, Yorrys Raweyai yang didampingi Bupati Yapen Tonny Tesar, S.Sos bersama 6 Kepala organisasi perangkat daerah disambut hangat saat tiba di Distrik Yapen Timur. (FT : Jerry)

MEPAGO.CO.SERUI – Keluhan dan keresahan masyarakat adat dan aliansi peduli lingkungan di Distrik Yapen Timur tentang pencemaran lingkungan oleh limbah industri PT. SWPI di Dawai, hak ulayat tanah dan perekrutan karyawan yang tidak berpihak bagi Orang Asli Papua, dilontarkan masyarakat adat dan aliansi saat tatap muka muka dengan Ketua Komite II DPD RI Dapil Papua, Yorrys Raweyai yang didampingi Bupati Yapen Tonny Tesar, S.Sos bersama 6 Kepala organisasi perangkat daerah.

Ketua aliansi peduli lingkungan, Frederik Samber menegaskan bahwa perusahaan PT. SWPI menimbulkan limbah yang mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan baik darat maupun laut. Oleh karena itu, ia meminta perwakilan daerah yang duduk di DPD daerah pemilihan Papua supaya menyikapi keluhan masyarakat di Distrik Yapen Timur sehingga penanganan limbah perusahaan ditangani serius dan tidak menimbulkan pencemaran limbah ke depan.

Ketua Komite II DPD RI Dapil Papua, Yorrys Raweyai . (FT : jerry)

Bupati Yapen Tonny Tesar, S.Sos usai tatap muka bersalaman dengan masyarakat. (FT : Jerry)

“Benar bahwa hadirnya perusahaan di Dawai memberi dampak yang besar di Dawai, hanya saja penanganan limbah harus ditangani secara efektif dan efisien sesuai mekanisme dan aturan yang ada,” tegasnya.

Ketua Komite II DPD RI, Yorrys Raweyai mengemukakan bahwa adanya laporan tentang limbah industri oleh PT. SWPI, sudah diterima sebelum tatap muka. Baik dari masyarakat adat dan kelompok aliansi peduli lingkungan. Sehingga, kata Yorrys, dalam masa reses kunjungan perorangan di Papua, hari pertama dirinya sudah melakukan pertemuan dengan Bupati dan unsur Fokompinda bersama jajarannya serta para tokoh-tokoh di Yapen.

‘’Melalui tatap muka, saya sudah mendengar keluhan masyarakat adat dan aliansi peduli lingkungan Distrik Dawai tentang limbah industri yang menyebabkan terjadinya pencemaran, hak ulayat tanah yang belum diselesaikan perusahaan dan masalah tidak berpihaknya perusahaan bagi Orang Asli Papua,’’ katanya.

Terkait pencemaran lingkungan, menurut Yorrys merupakan masalah dunia yang harus serius ditangani sehingga tidak menimbulkan dampak di kemudian hari. Oleh karena itu, usai masa reses, agenda pertama yang akan dibahas di Komite II DPD RI memanggil Kementerian Lingkungan Hidup, Dirut PT. SWPI, dan instansi terkait untuk membahas dan membicarakan aspirasi yang ia tampung saat reses. 

“Aspirasi saat reses di Dawai, ia akan diskusikan dengan Kementerian terkait dan instansi teknis seperti lingkungan hidup Provinsi Papua dan lingkungan hidup kabupaten kepulauan Yapen. Sehingga penanganan pencemaran lingkungan dapat diatasi, demikian juga mengenai tenaga kerja persentasenya sangat kecil dan hak ulayat tanah dapat diselesaikan,” katanya.

Sementara itu, hari kedua masa reses kunjungan perseorangan Ketua Komite II DPD RI ini, bersama Bupati Tonny Tesar dan para kepala OPD meninjau langsung area pembuangan limbah ke laut. (***)

Editor: Jerry

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan