MEPAGO.CO

Terpercaya dan Selalu Ada Dihati

banner 728x100

Presiden Mengaku Kapok Jika Tidak Hadir Pada Acara HPN

Presiden Mengaku Kapok Jika Tidak Hadir Pada Acara HPN
Ketua PWI Papua Barat Bustam saat bersalaman dengan Presiden RI, Joko Widodo saat penanaman pohon pada acara HPN di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu 8 Februari 2020. (FT : IST)

MEPAGO.CO. BANJAR BARU – Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo (Jokowi) bersama para pejabat Negara menghadiri acara Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjar Baru Kalimantan Selatan. Jokowi bersama rombonganya tiba pukul 09.15 Wita di Kompleks Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Aneka Tambang, Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Sabtu 8 Februari 2020.

Jokowi didampingi oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sabhirin Noor, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua Dewan Pers M Nuh dan Ketua Umum PWI Atal S Depari serta pengurus PWI lainnya.

Rangkaian peringatan HPN 2020 berlangsung sejak 7-9 Februari 2019 di Banjarmasin dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sejumlah kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian peringatan HPN 2020 diantaranya seminar inovasi pelayanan publik, pameran karya pers, serta Konvensi Nasional Media Massa.

Presiden RI, Joko Widodo dalam sambutanya menganggap insan pers sebagai temannya sehari-hari. Karena itu, ia mengaku kapok pernah tidak hadir dalam peringatan Hari Pers Nasional atau HPN. “Pernah satu kali saya tidak hadir, namun saya kapok. Makanya saya bela-belain untuk hadir tahun ini,” kata Jokowi dalam sambutan HPN 2020 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2).

Meskipun dirinya sangat sibuk  tidak mudah untuk hadir dalam setiap kegiatan. Kali ini pun ia terpaksa berbelok dulu ke Banjarmasin sebelum melakukan kunjungan kenegaraan ke Australia. Wartawan baginya teman sejati. Ke mana pun Jokowi pergi, pasti ada awak media mengikuti. “Sedangkan menteri belum tentu ikut terus,” ucapnya. Peringatan HPN tahun ini harapannya akan terus menempatkan pers menjadi garda penting dalam demokrasi. Masyarakat tetap mendapatkan informasi yang sehat dari media, bukan hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian.

Jokowi juga sempat menyinggung soal perlunya regulasi platform digital. Pasalnya, era digital telah membuat dunia pers terjajah. “Tadi malam saya sudah berbincang dengan para pemimpin redaksi media. Saya minta segera disiapkan draf regulasi yang bisa melindungi dunia pers kita,” kata Jokowi (***)

Editor : Robin Sinambela

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan