Penyaluran Perdana Bantuan Pangan Tahap II dan Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Waropen

Penyaluran perdana Bantuan Pangan Tahap II di Kabupaten Waropen sukses dilaksanakan, dengan distribusi 3 komoditas penting: Beras SPHP, 200 liter minyak goreng, dan 300 kg gula pasir, membantu memastikan kebutuhan pokok tersedia bagi masyarakat. (Ft: Humas Bulog Serui)

WAROPEN | MEPAGO,CO – Pemerintah Kabupaten Waropen bekerja sama dengan Perum BULOG Cabang Serui, hari ini melaksanakan penyaluran perdana Bantuan Pangan Tahap II. Ini adalah bagian dari inisiatif terpadu untuk mengatasi kekurangan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini.

Dalam tahap ini, bantuan yang disalurkan mencakup sekitar 35 ton atau 35.350 kg beras, yang akan didistribusikan kepada 3.535 penerima manfaat di seluruh Kabupaten Waropen. Pimpinan Cabang Perum BULOG Serui, Karennu, SE, menjelaskan bahwa beras sudah disiapkan dalam kemasan 10 kg untuk memudahkan distribusi kepada setiap penerima.

“Kami memulai penyaluran ini dari Kampung Batu Zaman dan akan melanjutkannya ke 11 distrik lainnya di Kabupaten Waropen,” ucap Karennu. “Kami berharap penyaluran ini dapat berjalan lancar dan tepat sasaran untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.”

Selain penyaluran bantuan pangan, Pemkab Waropen dan BULOG Serui juga mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM), yang menjual tiga komoditas utama dengan harga terjangkau: 1 ton Beras SPHP, 200 liter minyak goreng, dan 300 kg gula pasir. Gerakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasar lokal.

Karennu menambahkan, “Kami berharap dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, kita bisa membantu masyarakat menghadapi situasi ekonomi saat ini dan meningkatkan akses terhadap pangan yang berkualitas dan terjangkau.”

Pemkab Waropen dan BULOG Serui berkomitmen untuk terus mendukung ketahanan pangan dan memastikan bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini dapat membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan menciptakan stabilitas pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Waropen.

 

Editor: Tamrin Sinambela

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *