Foto bersama di momen kegiatan Pengembanga dan Penyediaan Materi Promosi serta Konseling Kesehatan Reproduksi dan Hak-Hak Reproduksi berbasis kearifan budaya lokal di Aula Klasis GKI Waropen berlangsung penuh antusias. (Ft:IST)
WAREN – MEPAGO.CO – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BP3AP2KB) menggelar kegiatan Pengembangan dan Penyediaan Materi Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi serta Hak-Hak Reproduksi Sesuai Kearifan Budaya Lokal di Kabupaten Waropen.
Kegiatan tersebut dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Waropen, Bob Woriori, S.STP., M.Si didampingi Kepala Dinas BP3AP2KB Provinsi Papua, Selvina Y. Imbiri, SKM., M.P.H di Aula Kantor Klasis GKI Waropen, Rabu (20/5/2026).
Dalam sambutan Gubernur Papua yang dibacakan Plt Sekda Waropen Bob Woriori, ditegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna penting dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat Papua yang lebih sehat, sadar, dan bermartabat.
Menurutnya, kesehatan reproduksi bukan hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, budaya, moral, hingga masa depan generasi Papua. Karena itu, pendekatan edukasi yang dilakukan harus menghargai nilai-nilai budaya lokal yang hidup di tengah masyarakat.

dan Penyediaan Materi Promosi serta Konseling Kesehatan Reproduksi dan Hak-Hak Reproduksi berbasis kearifan budaya lokal di Aula Klasis GKI Waropen berlangsung penuh antusias. Kegiatan yang dibuka Plt Sekda Waropen Bob Woriori didampingi Kadis BP3AP2KB Provinsi Papua, Selvina Y. Imbiri ini diikuti pelajar, guru pendamping, serta berbagai unsur masyarakat sebagai upaya membangun generasi Papua yang sehat, cerdas, dan tetap menghormati budaya lokal. (Ft: IST)

“Budaya lokal harus menjadi kekuatan utama dalam menyampaikan edukasi, membangun kesadaran, serta memperkuat perlindungan terhadap hak-hak reproduksi masyarakat,” ujar Bob Woriori saat membacakan sambutan Gubernur Papua.
Ia mengatakan, kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Waropen perlu diintegrasikan dalam materi promosi kesehatan maupun layanan konseling agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima masyarakat dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Papua, lanjutnya, terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, berkualitas, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke wilayah adat dan kampung-kampung. Komitmen tersebut sejalan dengan visi besar Pemerintah Provinsi Papua yakni
“Terwujudnya Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera dan Harmoni (Papua Cerah).”
Papua yang cerdas, kata dia, ditandai dengan masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kesadaran kesehatan yang baik. Papua yang sejahtera diwujudkan melalui peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk kesehatan ibu, anak dan remaja.
Sedangkan Papua yang harmoni tercermin dari pembangunan yang tetap menghormati budaya, adat istiadat serta nilai-nilai kearifan lokal.
Sementara itu, Ketua Panitia, James Rumbiak, SH dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan hak-hak reproduksi secara benar, aman, dan bertanggung jawab sesuai nilai sosial budaya masyarakat setempat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan menyediakan materi promosi kesehatan reproduksi yang komunikatif dan mudah dipahami sesuai bahasa, adat istiadat, serta kearifan lokal masyarakat Waropen.
“Kegiatan ini juga untuk meningkatkan kesadaran remaja, pasangan usia subur, ibu hamil, dan masyarakat umum tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi guna mencegah penyakit dan berbagai risiko kesehatan lainnya,” jelas James Rumbiak.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi upaya mengurangi stigma dan kesalahpahaman masyarakat terkait pembahasan kesehatan reproduksi melalui pendekatan edukatif yang tetap menghormati budaya lokal.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIT itu diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari pelajar, guru pendamping, mitra kerja program kependudukan dan keluarga berencana, serta unsur masyarakat lainnya.
Selain pembukaan dan sambutan, kegiatan juga diisi dengan penyampaian materi oleh para narasumber terkait kesehatan reproduksi dan hak-hak reproduksi berbasis budaya lokal.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







