BPBD Papua Gelar Bimtek Pascabencana di Waropen

Asisten II Setda Waropen Bidang Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Ben M. Ruatakurei, S.Pd., MM (nomor 2 dari kanan) bersama Ketua Panitia Fransisca H.B. Uli, S.T., M.Si (paling kanan) dan Plt. Kadis BPBD Waropen usai kegiatan pembukaan Bimbingan Teknis Pascabencana Provinsi Papua TA 2026 di Kabupaten Waropen. (Ft: Tamrin/mepago.co)

WAREN | MEPAGO.CO – Pemerintah Provinsi Papua melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pascabencana Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Waropen. Kegiatan berlangsung di Aula Penginapan Lagaligo, Rabu (20/5/2026), dan dibuka Bupati Waropen yang diwakili Asisten II Setda Waropen Bidang Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Ben M. Ruatakurei, S.Pd., MM.

Dalam sambutan Bupati Waropen yang dibacakan Asisten II, ditegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana secara terpadu dan berkelanjutan di Papua, khususnya di Kabupaten Waropen.

Menurutnya, penanggulangan bencana tidak hanya membutuhkan sarana dan prasarana, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, koordinasi, serta kemampuan cepat tanggap dalam pemulihan pascabencana.

“Di balik setiap bencana ada harapan masyarakat yang harus dipulihkan. Karena itu, pemerintah harus hadir dengan pelayanan yang cepat, tepat, dan penuh kepedulian,” ujar Ben Ruatakurei saat membacakan sambutan Bupati.

la juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Waropen terus berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam penanganan kebencanaan.

Sementara itu, Ketua Panitia, Fransisca H.B. Uli, S.T., M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Bimbingan Teknis Pascabencana Tahun Anggaran 2026 bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi peserta dalam penanganan pascabencana melalui penerapan metode dan prosedur JITUPASNA sesuai pedoman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam melakukan analisis dampak bencana serta menyusun rencana kajian kebutuhan pascabencana secara cepat, tepat, dan terukur,” jelas Fransisca.

la mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari di Kabupaten Waropen dan diikuti berbagai unsur instansi pemerintah, aparat keamanan, hingga organisasi masyarakat.

Peserta berasal dari sejumlah OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Waropen, di antaranya Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan, Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, Satpol PP, DPA3KB, DPMPTSP, BPKAD, Koramil, Polres Waropen, Polairud, RAPI, hingga Kamar Adat Pengusaha Papua.

Dalam bimtek tersebut, peserta menerima berbagai materi terkait kebijakan penyelenggaraan pascabencana di Provinsi Papua dan Kabupaten Waropen, dinamika kelompok, konsep Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA), rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, hingga teknik pengumpulan data dan informasi dalam penanganan rehabilitasi serta rekonstruksi.

Selain itu, peserta juga dibekali materi JITUPASNA yang mencakup lima sektor utama, yakni sektor↓ mahan, infrastruktur, ekonomi, sosial, dan lintas sektor lainnya.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *