Bupati Mote Terima Aspirasi Masyarakat Kirihi, Dana Kampung Tahap I Disepakati Cair di Waren

Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si menerima dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat Distrik Kirihi yang disampaikan secara terbuka di Kantor Bupati Waropen. (Ft: Tamrin/mepago.co)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si menerima langsung aspirasi puluhan masyarakat dari Distrik Kirihi dalam pertemuan yang berlangsung di halaman kantor Bupati, Kamis (4/6/2026) siang.

Pertemuan tersebut turut didampingi Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Waropen Bob Woriori, S.STP, M.Si, Plt. Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), serta dihadiri Kadistrik Kirihi, para kepala kampung, tokoh masyarakat, dan perwakilan masyarakat yang dipimpin Kepala Suku Fayu Dani Distrik Kirihi, Y. Limianus dan pengamanan dari Polres Waropen yang langsung di pimpin Kabag Ops, AKP Frits B. Arera, S.Sos.

Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si menerima langsung kedatangan puluhan masyarakat Distrik Kirihi di halaman Kantor Bupati Waropen. Pertemuan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendengar dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat demi mendorong pembangunan yang merata hingga ke wilayah pedalaman. (Ft: Tamrin)

Dalam kesempatan itu, kordinator dari masyarakat Distrik Kirihi menyerahkan Surat Pernyataan Sikap terkait proses penyaluran Dana Kampung atau Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2026 kepada Bupati.

Melalui pernyataan tersebut, para kepala kampung dan masyarakat meminta agar proses pencairan dana kampung tidak dilakukan di Distrik Kirihi, melainkan langsung melalui Kantor Cabang

Dalam surat pernyataan sikap yang disampaikan, terdapat sejumlah pertimbangan utama. Di antaranya untuk mempercepat penyelesaian kewajiban keuangan kampung yang berada di ibu kota kabupaten, mempermudah pelaksanaan program pembangunan kampung, serta menjamin tertib administrasi dan pertanggungjawaban keuangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Setelah mendengarkan aspirasi yang disampaikan, Pemerintah Kabupaten Waropen akhirnya menyepakati bahwa penyaluran Dana Kampung Tahap I Tahun Anggaran 2026 bagi 10 kampung di Distrik Kirihi akan dilakukan di Waren.

Keputusan tersebut disambut baik oleh para kepala kampung dan masyarakat karena dinilai dapat mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan di masing-masing kampung.

Selain persoalan dana kampung, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan transportasi udara menuju Distrik Kirihi.

Jajaran personel Polres Waropen melakukan pengamanan selama berlangsungnya penyampaian aspirasi masyarakat Distrik Kirihi di Kantor Bupati Waropen. Kegiatan yang berlangsung aman dan tertib tersebut turut dihadiri Kadistrik Kirihi, para kepala kampung, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga yang menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Waropen. (Ft: Tamrin)

Menanggapi hal tersebut, Bupati Waropen menjelaskan bahwa program angkutan udara bersubsidi untuk Distrik Kirihi akan segera dijalankan oleh pemerintah daerah.

Untuk penerbangan subsidi ke Distrik Kirihi, pemerintah daerah telah menyiapkan jadwal penerbangan sekitar tanggal 22 dan 23 bulan ini. Penerbangan tersebut akan digunakan untuk mengangkut kepala kampung dan sekretaris kampung menuju Kirihi melalui Bandara Botawa,” tegas Bupati Mote.

Menurutnya, layanan transportasi udara tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam membuka aksesibilitas wilayah pedalaman dan mendukung kelancaran pelayanan pemerintahan serta pembangunan di Distrik Kirihi.

Dalam dialog tersebut, masyarakat juga mempertanyakan perkembangan pembangunan pasar untuk aktifitas para Mama Waropen berjualan.

Menjawab aspirasi tersebut, Bupati memastikan bahwa pembangunan pasar baru akan segera direalisasikan di lokasi lama, tepatnya di Urei Faisei.

“Pasar akan segera dibangun kembali di Urei Faisei, tepat di lokasi lama yang sebelumnya terbakar. Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan fasilitas yang lebih baik guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Bupati.

Terkait proses pembangunan pasar tersebut, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah masih menyelesaikan tahapan pembayaran lahan sebagai bagian dari proses administrasi sebelum pembangunan fisik dilaksanakan.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan itu menjadi wadah dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan, dengan aman dan kondusif.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *