Ibadah Minggu Bersama, Prajurit Yonif TP 860/NSK Perkuat Iman dan Soliditas di Waropen

WAROPEN | MEPAGO.CO – Prajurit Yonif TP 860/NSK yang beragama Nasrani mengikuti Ibadah Minggu bersama di Gereja Pentakosta Eben Hazer, Kabupaten Waropen, Papua, Minggu (21/6/2026), sebagai bagian dari pembinaan mental rohani sekaligus upaya memperkuat iman dan soliditas di wilayah penugasan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIT itu diikuti dengan penuh khidmat dan sukacita oleh para prajurit. Ibadah dipimpin Pelayan Firman, Bapa Isay Elihut, yang menyampaikan pesan rohani tentang pentingnya iman, pengharapan, serta keteguhan hati dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai prajurit.

Suasana ibadah berlangsung sakral dan penuh kekeluargaan. Para prajurit mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan tertib, mencerminkan semangat kebersamaan, kedisiplinan, serta komitmen menjaga kehidupan rohani di tengah pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kegiatan keagamaan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan mental rohani (Binmental) yang rutin dilaksanakan Yonif TP 860/NSK. Program ini bertujuan membentuk karakter prajurit yang tangguh, berintegritas, serta memiliki kekuatan mental dan spiritual yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di wilayah penugasan.

Selain mempertebal keimanan, ibadah bersama ini juga menjadi sarana menjaga ketenangan jiwa, meningkatkan motivasi, serta mempererat tali persaudaraan antar prajurit. Melalui pendekatan spiritual, setiap personel diharapkan mampu membangun hubungan yang harmonis, saling mendukung, dan menjaga semangat kebersamaan dalam melaksanakan tugas negara.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Kehangatan suasana ibadah menjadi gambaran bahwa kekuatan rohani merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk prajurit yang profesional, humanis, serta siap mengemban amanah di medan tugas.

Dengan semangat pengabdian yang dilandasi nilai-nilai keimanan, Yonif TP 860/NSK terus berkomitmen membentuk prajurit yang tidak hanya unggul dalam tugas operasional, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual demi mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas di wilayah penugasan. (Pen Yonif TP 860/NSK)

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *