Waropen Perdana Tuan Rumah Rakerda GKPMI Papua

Sebelum acara pembukaan, Bupati Waropen disambut secara adat melalui prosesi pengalungan noken dan penyematan topi adat Papua oleh Ketua Daerah GKPMI Papua, Pdt. Yohannes Menanti. Prosesi penyambutan tersebut menjadi simbol penghormatan, penerimaan, serta ungkapan kebersamaan atas kehadiran Bupati dalam membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV GKPMI Wilayah Papua di Kabupaten Waropen. (Ft: Tamrin/mepago.co)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Kabupaten Waropen untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV Gereja Kalvari Pentakosta Missi di Indonesia (GKPMI) Wilayah Papua. Kegiatan bertema “Tetap Bertahan Dalam Iman” yang diambil dari Habakuk 3:17-19 itu dibuka secara resmi oleh Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., melalui penabuhan tifa dan penyematan tanda peserta secara simbolis.

Rakerda yang berlangsung di gedung balai Hotel Elfanso Widuri tersebut dihadiri Ketua Daerah GKPMI Papua, Pdt. Yohannes Menanti, Badan Pengurus Pusat GKPMI, Pdt. Hery Metatu, S.Th., serta para gembala dan pelayan gereja dari berbagai daerah di Provinsi Papua, di antaranya Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Kepulauan Yapen, dan Kabupaten Waropen.

Dalam sambutannya, Bupati Fransiscus Xaverius Mote mengaku bersyukur dapat menghadiri sekaligus membuka Rakerda GKPMI meski di waktu yang sama Pemerintah Kabupaten Waropen masih menjalani agenda persidangan bersama DPRK Waropen.

Foto atas: Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., didampingi para gembala GKPMI, menabuh tifa sebagai tanda dibukanya secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV Gereja Kalvari Pentakosta Missi di Indonesia (GKPMI) Wilayah Papua di Kabupaten Waropen.
Foto bawah: Bupati Waropen secara simbolis menyematkan tanda peserta kepada perwakilan peserta Rakerda IV GKPMI Wilayah Papua sebagai simbol dimulainya rangkaian rapat kerja yang mengusung tema “Tetap Bertahan Dalam Iman” (Habakuk 3:17-19). (Ft: Tamrin)

“Saya lebih mengutamakan pekerjaan Tuhan. Walaupun saat ini masih ada agenda sidang di DPRK, saya memilih hadir bersama bapak dan ibu sekalian karena saya percaya pembangunan rohani merupakan fondasi utama dalam membangun daerah,” ujar Bupati.

Bupati mengajak seluruh masyarakat Waropen untuk terus hidup dalam kasih dan persaudaraan tanpa membedakan latar belakang suku maupun denominasi gereja. Menurutnya, semangat tema “Tetap Bertahan Dalam Iman” sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama di tengah tantangan efisiensi anggaran dan berbagai persoalan pembangunan.

“Saya memang bukan orang asli Waropen, saya berasal dari Suku Mee. Namun Tuhan memberi kepercayaan kepada saya untuk memimpin daerah ini. Karena itu mari kita tetap bertahan di dalam Tuhan, tetap mengucap syukur dalam segala keadaan, sebab setiap orang yang setia akan menuai sukacita,” katanya.

Ia mengingatkan kisah mukjizat lima roti dan dua ikan sebagai bukti bahwa penyertaan Tuhan sanggup mencukupi segala kebutuhan umat-Nya. Menurutnya, doa menjadi kekuatan utama dalam menyelamatkan dan membangun Kabupaten Waropen.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan yang sesungguhnya tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan rohani dan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat atau yang dikenal dengan konsep tiga tungku harus terus diperkuat demi menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kita harus mampu menyatukan seluruh wilayah Waropen serta mempererat hubungan yang baik dengan semua denominasi gereja. Ketika pemerintah dan gereja berjalan bersama, maka akan lahir pemikiran-pemikiran yang membawa kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.

Suasana Rakerda semakin semarak ketika Bupati membawakan lagu rohani “Ku Tak Pandang Dari Gereja Mana” di sela-sela sambutannya. Seluruh peserta Rakerda ikut bernyanyi bersama sambil memberikan tepuk tangan meriah sebagai simbol kebersamaan dan persatuan antarumat Kristiani.

Melalui pelaksanaan Rakerda IV GKPMI di Waropen, diharapkan lahir berbagai program pelayanan gereja yang semakin memperkuat iman jemaat sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *