Bupati Waropen Buka Sidang Klasis IV GPDP

Foto atas: Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., berfoto bersama para hamba Tuhan dan peserta usai membuka Sidang Klasis IV Badan Pekerja Klasis Waropen GPDP di Gedung GPDP Alfa Omega Group, Waren, Jumat (31/7/2026).
Foto bawah: Sebagai tanda resmi dibukanya Sidang Klasis IV, Bupati Mote secara simbolis menyematkan tanda peserta kepada perwakilan peserta dan melakukan penabuhan tifa bersama unsur pimpinan GPDP Papua, menandai dimulainya rangkaian persidangan. Ft: Tamrin/mepago co)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., secara resmi membuka Sidang Klasis IV Badan Pekerja Klasis Waropen Gereja Pentakosta di Papua (GPDP) yang berlangsung di Gedung GPDP Alfa Omega Group, Waren, Jumat (31/7/2026). Pembukaan sidang ditandai dengan penabuhan tifa secara bergantian sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian persidangan gereja.

Penabuhan tifa diawali oleh Bupati Waropen, kemudian dilanjutkan Ketua Badan Pekerja Daerah GPDP Papua, Pdt. Yehuda Buinei, S.Th., Ketua BP2D Provinsi Papua, Pdt. Iskandar Awarawi, S.Th., Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Waropen, serta anggota DPRK Waropen. Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyematkan tanda peserta secara simbolis sebagai tanda dimulainya Sidang Klasis IV.

Sidang Klasis IV yang diikuti para pendeta, gembala, dan utusan jemaat dari berbagai wilayah pelayanan ini bertujuan mengevaluasi program pelayanan, memperkuat koordinasi organisasi gereja, serta merumuskan langkah-langkah strategis guna meningkatkan pelayanan kepada jemaat di Kabupaten Waropen.

Dalam sambutannya, Bupati Fransiscus Xaverius Mote mengajak seluruh peserta sidang menjadikan persidangan gereja sebagai momentum memperkuat pelayanan yang dilandasi keteladanan, kerendahan hati, dan kasih.

Ia mengawali sambutannya dengan mengutip Firman Tuhan dalam 1 Petrus 5:2-3 yang berbunyi, “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu… Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.”

Menurut Bupati, firman tersebut mengingatkan bahwa kepemimpinan yang besar lahir dari keteladanan, bukan dari kekuasaan.

“Nilai ini bukan hanya relevan bagi gereja, tetapi juga bagi setiap pemimpin dalam kehidupan bermasyarakat maupun pemerintahan. Kepemimpinan yang melayani akan membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, Sidang Klasis hendaknya menjadi ruang untuk saling mendengarkan, membangun kesepahaman, dan menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi pelayanan gereja. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, namun seluruh peserta memiliki tujuan yang sama, yakni memuliakan Tuhan dan menghadirkan pelayanan yang semakin berdampak bagi umat.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena seluruh peserta kembali dipertemukan dalam keadaan sehat untuk mengikuti pembukaan Sidang Klasis IV. Menurutnya, kehadiran seluruh peserta bukan sekadar memenuhi agenda organisasi gereja, tetapi menjadi kesempatan memperkuat nilai-nilai kasih, kejujuran, serta tanggung jawab dalam melayani.

Bupati mengapresiasi tema Sidang Klasis IV, yaitu “Lakukanlah yang harus engkau lakukan sebagai hamba Tuhan dengan penuh kerendahan hati” yang diambil dari Lukas 17:10. Menurutnya, tema tersebut mengingatkan bahwa pelayanan sejati tidak dibangun atas keinginan untuk dihormati, melainkan melalui kesediaan mengabdikan diri dengan penuh kerendahan hati.

Ia juga menilai subtema yang mengajak seluruh hamba Tuhan untuk belajar melayani seperti Yesus Kristus menuju kesempurnaan gereja memiliki makna yang sangat mendalam.

“Saya percaya gereja yang terus belajar akan menjadi gereja yang bertumbuh, dan gereja yang bertumbuh akan melahirkan masyarakat yang semakin dewasa, baik dalam iman maupun kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Waropen akan terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh lembaga keagamaan dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, serta memiliki semangat melayani sesama.

Ia juga mengajak seluruh peserta sidang untuk menjadi teladan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, mempererat persaudaraan, serta menanamkan nilai kasih kepada generasi muda.

“Waropen membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati yang takut akan Tuhan, menghormati sesama, dan mencintai daerahnya,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh peserta menjadikan setiap pembahasan dalam persidangan sebagai kesempatan mencari solusi, bukan sekadar menyampaikan pendapat.

“Saya berharap setiap keputusan yang dihasilkan benar-benar membawa kesejukan, memperkuat pelayanan gereja, serta memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat Kabupaten Waropen,” pungkasnya.

Usai pembukaan dan rangkaian persidangan, kegiatan dilanjutkan dengan makan agape yang diikuti seluruh tamu undangan, para hamba Tuhan, serta peserta sidang.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *