Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., saat detik-detik meletakkan batu penjuru sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung GBI Anugerah Ministry Waropen, Jumat (7/8/2026). (Ft: Tamrin/mepago.co
WAROPEN | MEPAGO CO – Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., meletakkan batu pertama pembangunan gedung GBI Anugerah Ministry Waropen, Jumat (7/8/2026). Prosesi tersebut menjadi tanda dimulainya pembangunan rumah ibadah sekaligus langkah baru dalam penguatan pelayanan jemaat di Kabupaten Waropen.
Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Mote didampingi Gembala Senior GBI Anugerah Ministry Waropen, Elisabeth Mote, S.Th., M.Ag., serta Yusak Samuel Bisi Wonatorey selaku Sera Besar Adat Sanggei dan Petrus Masini selaku Sera Imbiri.
Dalam sambutannya, Bupati Mote mengatakan pembangunan gedung gereja akan berhasil apabila dikerjakan secara bersama-sama dengan mengedepankan persatuan, kasih, tanggung jawab, dan semangat gotong royong.
Menurutnya, pembangunan rumah ibadah memiliki makna strategis karena gereja bukan hanya menjadi tempat umat melaksanakan ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat moral, membina keluarga, serta menanamkan nilai kasih, kejujuran, disiplin, dan kepedulian sosial.

Foto bawah: Yusak Samuel Bisi Wonatorey selaku Sera Besar Adat Sanggei bersama Petrus Masini selaku Sera Imbiri saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung GBI Anugerah Ministry Waropen. (Ft:Tamrin)

“Pembangunan akan berhasil apabila dikerjakan bersama dalam persatuan dan kasih,” ujar Bupati.
Bupati mengutip firman Tuhan dalam Nehemia 2:18b, “Kami siap untuk membangun!” Menurutnya, ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap pekerjaan besar harus diawali dengan keberanian untuk mengambil langkah dan kemudian diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Pada hari ini kita tidak hanya meletakkan sebuah batu, tetapi juga meletakkan dasar pengharapan bagi masa depan pelayanan gereja di Kabupaten Waropen,” katanya.
Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Waropen memandang pembangunan manusia yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Karena itu, keberadaan rumah ibadah dinilai menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Hal tersebut juga sejalan dengan amanat Pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menjamin kemerdekaan setiap warga negara untuk memeluk agama dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.
Bupati mengajak seluruh jemaat dan masyarakat Waropen untuk menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang selama ini mengajarkan persaudaraan, kebersamaan, serta semangat saling menopang dalam menyelesaikan pekerjaan bersama.
“Dalam semangat adat Waropen, mari kita menjaga kebersamaan, menghormati para tetua adat, dan merangkul seluruh lapisan masyarakat, sehingga pembangunan gereja ini benar-benar menjadi milik bersama dan menjadi simbol persatuan, bukan sekadar sebuah bangunan,” pesannya.
Ia juga meminta agar proses pembangunan dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Setiap bantuan yang diberikan, kata dia, harus dikelola dengan baik sehingga dapat menjadi berkat dan memperkuat kepercayaan serta kebersamaan jemaat.
Khusus kepada generasi muda, Bupati berpesan agar menjadikan gereja sebagai tempat untuk bertumbuh dalam iman, ilmu pengetahuan, kepemimpinan, dan pelayanan. Menurutnya, bangunan gereja yang megah harus diikuti dengan hadirnya generasi yang memiliki integritas, karakter kuat, dan takut akan Tuhan.
“Marilah kita bersama-sama mempersiapkan generasi penerus yang mampu membawa Waropen menjadi daerah yang maju tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai budaya,” pungkasnya.Peletakan batu pertama tersebut menjadi tonggak awal pembangunan gedung GBI Anugerah Ministry Waropen sekaligus diharapkan memperkuat peran gereja dalam pelayanan keagamaan, pembinaan jemaat, serta pembangunan karakter masyarakat di Kabupaten Waropen.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







