Tonny Tesar Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di GKI Rehobot Kandowarira

YAPEN | MEPAGO COAnggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Tonny Tesar, S.Sos., didampingi Wakil Ketua Komisi D DPR Papua Eduward N. Banua, ST., MH., melaksanakan sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di GKI Rehobot Kandowarira, Distrik Anotourei, Kabupaten Kepulauan Yapen, 19 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Dalam pemaparannya, Tonny Tesar menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan landasan penting yang harus dipahami dan diimplementasikan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Keempatnya meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Lima sila Pancasila mengandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi melalui permusyawaratan, serta keadilan sosial.

“Pancasila menjadi landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilainya harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat,” jelas Tonny.

Ia kemudian menjelaskan bahwa UUD 1945 merupakan konstitusi negara yang menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan sekaligus mengatur hak dan kewajiban warga negara serta mekanisme kehidupan bernegara.

Sementara itu, NKRI menegaskan Indonesia sebagai negara kesatuan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Keutuhan negara, kata Tonny, merupakan hasil perjuangan para pahlawan yang harus dijaga dan dipertahankan oleh seluruh elemen bangsa.

Pilar keempat, Bhinneka Tunggal Ika, mencerminkan keberagaman Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, agama, ras, bahasa, dan budaya. Perbedaan tersebut bukan menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun persatuan sebagai satu bangsa.

Tonny menekankan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar tidak cukup hanya disampaikan dalam kegiatan sosialisasi, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nilai-nilai Empat Pilar menjadi semakin penting dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk ancaman radikalisme, intoleransi, konflik sosial, maupun potensi disintegrasi bangsa.

Karena itu, masyarakat diharapkan dapat menjaga toleransi, menghargai perbedaan, mengutamakan musyawarah, serta menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami kedudukan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *