WAROPEN | MEPAGO.CO – Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Apel Yonif TP 860/NSK, Kabupaten Waropen, Papua, saat prajurit melaksanakan tradisi satuan berupa Penjamasan Tunggul Batalyon, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIT dan berlangsung hingga dini hari tersebut merupakan bagian dari pembinaan tradisi satuan. Penjamasan Tunggul Batalyon tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap simbol kehormatan satuan, tetapi juga momentum untuk memperkuat jiwa korsa, kebanggaan, soliditas, serta semangat pengabdian prajurit.
Prosesi dipimpin langsung oleh Komandan Yonif TP 860/NSK. Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada Tunggul Batalyon sebagai simbol kehormatan, jati diri, dan identitas satuan.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Doa dipanjatkan untuk memohon keselamatan, kelancaran, dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa bagi seluruh prajurit dalam menjalankan tugas dan pengabdian, khususnya selama melaksanakan tugas operasional di daerah penugasan.
Memasuki acara inti, prajurit melaksanakan prosesi penjamasan atau pembersihan Tunggul Batalyon dengan penuh khidmat dan penghormatan.
Prosesi tersebut menjadi momentum bagi seluruh prajurit untuk kembali menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam Tunggul Batalyon sebagai simbol kehormatan, semangat juang, serta identitas satuan.
Rangkaian tradisi kemudian ditutup dengan penghormatan penutup. Seluruh kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, khidmat, dan lancar.
Teguhkan Jiwa Korsa dan Kebanggaan Satuan
Penjamasan Tunggul Batalyon memiliki makna penting dalam pembinaan tradisi dan karakter prajurit Yonif TP 860/NSK. Tradisi tersebut menjadi sarana untuk menjaga dan mewariskan nilai-nilai kejuangan serta semangat pengabdian yang menjadi bagian dari identitas satuan.
Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jiwa korsa, rasa bangga terhadap satuan, serta kecintaan prajurit terhadap panji-panji Yonif TP 860/NSK.
Melalui tradisi tersebut, setiap prajurit diingatkan bahwa tugas dan tanggung jawab yang diemban membawa nama baik sekaligus kehormatan satuan. Karena itu, setiap pelaksanaan tugas harus dilakukan dengan disiplin, loyalitas, tanggung jawab, dan semangat pengabdian.
Terjaganya tradisi satuan juga diharapkan dapat memperkuat moril, soliditas, serta mental spiritual prajurit. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam membangun kesiapan personel menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
Penjamasan Tunggul Batalyon akhirnya menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan meneguhkan tekad seluruh prajurit Yonif TP 860/NSK untuk terus menjaga kehormatan satuan serta melaksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab. (Pen Yonif TP 860)
Editor: Tamrin Sinambela







