Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si (tengah), berfoto bersama pengurus baru BKMT Kabupaten Waropen periode 2026–2031, Ketua dan jajaran pengurus BKMT Papua usai pelantikan di Masjid Al Muhajirin, SP 5, Jalan Poros SP 5, Sabtu (15/8/2026). Kebersamaan tersebut menjadi simbol sinergi dalam memperkuat ukhuwah, dakwah, dan pengabdian untuk umat di Kabupaten Waropen. (Ft: Tamrin/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO CO – Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., selaku Pelindung Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Waropen menghadiri pelantikan Pengurus BKMT Kabupaten Waropen periode 2026–2031, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Muhajirin, SP 5, Jalan Poros SP 5, tersebut mengusung tema “Bersama dalam Ukhuwah, Bergerak dalam Dakwah, Mengabdi untuk Umat.”
Pelantikan turut dihadiri Asisten I Setda Waropen Djaelani, Pabung Kodim 1709/Yawa Kabupaten Waropen, Kapolsek Waropen Bawah, Ketua BKMT Provinsi Papua bersama rombongan, jajaran pengurus BKMT yang baru dilantik, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Waropen.

Dalam sambutannya, Bupati Mote mengatakan majelis taklim memiliki ruang yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, kegiatan majelis taklim tidak hanya menjadi tempat pembelajaran agama, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, membina keluarga, serta membangun semangat untuk saling menguatkan.
“Pemerintah Kabupaten Waropen melihat BKMT sebagai salah satu mitra sosial-keagamaan yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan masyarakat, khususnya dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis, membentuk karakter generasi muda, serta memperkuat kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Bupati.
Ia menilai peran tersebut semakin penting di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat. Karena itu, dibutuhkan ruang-ruang yang mampu memberikan keseimbangan antara kemajuan kehidupan dengan nilai-nilai moral dan spiritual.
Menurut Bupati, BKMT dapat mengambil peran tersebut melalui kegiatan yang sederhana, terbuka, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Bupati juga berharap kepengurusan BKMT periode 2026–2031 dapat membuka ruang yang lebih luas bagi kaderisasi dan keterlibatan generasi muda. Dengan demikian, BKMT tidak hanya menjadi wadah yang kuat saat ini, tetapi juga memiliki keberlanjutan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang.
Dalam mendukung pembangunan daerah, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Waropen membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, dan berbagai komunitas yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.
“Oleh karena itu, mari kita bangun hubungan yang baik antara pemerintah daerah dan BKMT. Bukan dalam arti saling mencampuri ruang masing-masing, tetapi melalui komunikasi, koordinasi dan kerja sama yang positif, sehingga setiap kegiatan yang dilakukan dapat saling mendukung dan memberikan manfaat bagi masyarakat Waropen,” katanya.
Bupati Mote meyakini bahwa apabila semangat keagamaan berjalan bersama dengan kepedulian sosial, maka akan lahir masyarakat yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga semakin peduli terhadap pendidikan, keluarga, lingkungan, dan kehidupan sesama.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sibambela







