CN-235 TNI AU Sisir Laut Serui-Waropen, Korban Belum Ditemukan

Pesawat CN-235 TNI AU bersiap lepas landas dari Lanud Manuhua Biak untuk menyisir wilayah perairan Serui-Waropen dalam upaya pencarian korban yang masih hilang kontak. (Ft: IST)

BIAK | MEPAGO CO – Upaya pencarian lima orang yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Serui menuju Waropen kembali dilakukan melalui jalur udara, Jumat (28/8/2026). Pesawat CN-235 A-2305 Skadron Udara 27 TNI Angkatan Udara dikerahkan dari Lanud Manuhua Biak untuk menyisir wilayah perairan yang menjadi area pencarian.

Operasi pencarian udara tersebut melibatkan Kepala Kantor SAR Biak Kundori, Danlanud Manuhua Marsma TNI Rohmat Kusmayadi, Wakapolres Biak Numfor Kompol Mika Rumbrapuk, serta kru pesawat CN-235.

Penyisiran dilakukan menggunakan search pattern paralel, yakni metode pencarian melalui jalur udara dengan pola sejajar untuk mengamati permukaan laut secara sistematis.

Pesawat terbang pada ketinggian sekitar 1.000 kaki atau 300 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan rencana operasi SAR, total area pencarian mencapai 400 nautical mile persegi (NM²). Dari luasan tersebut, 250 NM² menjadi area observasi pesawat CN-235, sementara 150 NM² lainnya menjadi tanggung jawab KN SAR Wibisana 243.

Penyisiran dimulai dari Command Search Point (CSP) pada koordinat 01°55’24” Lintang Selatan dan 136°08’41” Bujur Timur menuju Exit Search Point (ESP) pada koordinat 02°22’39” Lintang Selatan dan 135°18’10” Bujur Timur.

Selama operasi, SRU udara berhasil menyisir area observasi dengan jarak tempuh sekitar 250 nautical mile. Penerbangan berlangsung kurang lebih 180 menit, mulai dari lepas landas dari Base Ops Lanud Manuhua Biak pada pukul 08.00 WIT hingga kembali mendarat sekitar pukul 11.00 WIT.

Kepala Kantor SAR Biak Kundori mengatakan, dukungan pesawat CN-235 membantu memperluas jangkauan pencarian, terutama di wilayah perairan yang sulit dijangkau melalui jalur laut.

“Dari hasil pencarian udara hari ini, kami belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Beberapa objek yang terlihat dari udara setelah diamati menggunakan binocular ternyata merupakan benda apung atau disposal dan bukan korban maupun sarana yang berkaitan dengan korban,” ujar Kundori.

Menurutnya, hasil pencarian udara akan dievaluasi untuk menentukan langkah operasi SAR selanjutnya.

“Kami mengapresiasi dukungan TNI Angkatan Udara dan seluruh unsur SAR gabungan. Upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal sesuai perkembangan situasi dan rencana operasi. Kami berharap keberadaan korban dapat segera ditemukan,” katanya. (Redaksi)

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *