Ibu Kora bersama suami Ibu Eti saat melihat Ibu Eti dan Ibu Eka mendapat perawatan di Puskesmas Rawat Inap Urei Faisei, Senin (21/9/2026). Ft: Tamrin/mepago.co
URFAS | MEPAGO.CO – Dua guru SD YPK I Urei Faisei, Kabupaten Waropen, dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Urei Faisei, Distrik Urei Faisei, setelah mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (21/9/2026).
Kedua guru tersebut diketahui bernama Ibu Eti dan Ibu Eka. Peristiwa itu terjadi sebelum makanan MBG dibagikan kepada para siswa. Sejumlah guru terlebih dahulu mencicipi makanan yang telah disiapkan dalam wadah makan.
Salah seorang guru, Miliana Kora, menuturkan bahwa dirinya bersama dua rekannya sempat mencicipi makanan tersebut. Namun, saat mencicipi bagian ikan, ia merasakan gatal pada bagian lidah.
“Kami belum sempat membagikan MBG kepada siswa. Baru saya makan di ujung lidah, terasa gatal. Akhirnya saya langsung membuang makanan tersebut ke tempat sampah,” tutur Miliana Kora saat diwawancarai media ini.
Menurut Miliana, dua rekannya yang telah mengonsumsi makanan tersebut kemudian mengalami keluhan.
Melihat kondisi kedua rekannya, pihak sekolah kemudian membawa mereka ke Puskesmas Rawat Inap Urei Faisei untuk mendapatkan penanganan medis.
Setibanya di puskesmas, kedua guru tersebut langsung mendapat penanganan dari petugas kesehatan, termasuk pemasangan infus.
Peristiwa tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Waropen. Kepala Dinas Kesehatan Waropen, dr. Jenggo Suwarko, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tampak berada di Puskesmas Rawat Inap Urei Faisei untuk memantau kondisi kedua guru tersebut.
Dr. Jenggo Suwarko juga meminta stafnya membawa beberapa wadah makanan MBG yang sebelumnya telah dibawa ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengetahui kondisi makanan sekaligus memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami kedua guru tersebut.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







