Wadan Satgas Jala Samudra Kolonel Inf Wira Hadi Harahap (tengah) saat diwawancarai awak media terkait progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Waropen, Senin (21/9/2026). Ft: Tamrin/mepago.co
WAROPEN | MEPAGO.CO – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Waropen terus mendapat perhatian dan pengawasan. Wadan Satgas Jala Samudra, Kolonel Inf Wira Hadi Harahap, turun langsung meninjau empat lokasi pembangunan KNMP untuk melihat perkembangan pekerjaan di lapangan, Senin (21/9/2026).
Empat lokasi yang ditinjau yakni Kampung Uri, Kampung Waren I, Kampung Ronggaiwa, dan Kampung Apenabo. Dari hasil peninjauan tersebut, progres pembangunan di empat titik itu baru mencapai sekitar 20 persen.
“Tujuan saya datang ke Waropen untuk melihat secara dekat progres pembangunan KNMP,” kata Harahap saat menjawab pertanyaan media, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, sebagai Wadan Satgas Jala Samudra, peninjauan langsung diperlukan untuk mengetahui kondisi pembangunan di lapangan sekaligus mendorong percepatan pekerjaan.


“Dari 10 pembangunan KNMP di Waropen, progres pembangunan di empat titik yang kami tinjau baru sekitar 20 persen,” ujarnya.
Harahap menjelaskan, pembangunan KNMP di Kabupaten Waropen ditargetkan dapat dituntaskan paling lambat November 2026. Namun, pihaknya mendorong agar pekerjaan dapat dipercepat sehingga seluruh pembangunan diharapkan sudah rampung pada Oktober.
Dorongan percepatan tersebut mempertimbangkan tingginya aktivitas masyarakat menjelang Natal serta kondisi cuaca laut di Papua pada Desember.
“Target pembangunan KNMP harus bisa dituntaskan pada November. Tetapi kita tetap mendorong rekanan agar pekerjaan bisa rampung pada Oktober,” jelasnya.
Ketika ditanya mengenai optimisme penyelesaian pekerjaan pada Oktober, Harahap mengatakan pihaknya tetap optimistis target tersebut dapat dicapai dengan dukungan percepatan dari para rekanan.
“Kita tetap optimistis Oktober sudah tuntas. Oleh karena itu, pengawasan setiap bulan terus dilakukan, baik dari tingkat wilayah, tim Satgas maupun tim pusat,” katanya.
Ia menegaskan, para rekanan yang mengerjakan pembangunan KNMP di 10 titik di Waropen perlu meningkatkan ritme pekerjaan. Jika diperlukan, rekanan diminta menambah shift kerja maupun lembur untuk mengejar progres pembangunan.
“Rekanan yang membangun KNMP di 10 titik harus mau menambah shift kerja. Shift kerja atau lembur harus dilakukan agar pekerjaan bisa dipercepat,” tegasnya.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







