Perwakilan keluarga besar Moreny dari Suku Besar Botawa menyerahkan surat adat sebidang tanah kepada Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, untuk pembangunan Gereja Katolik di Kampung Botawa, Distrik Oudate. (Ft: Jery/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Suasana sukacita mewarnai pelaksanaan Misa penerimaan Sakramen Krisma di Gereja Katolik St. Yoseph SP-VI, Kabupaten Waropen. Selain menjadi momentum penguatan iman umat Katolik, perayaan tersebut juga ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah pastoral serta penyerahan surat tanah hibah sebidang tanah untuk pembangunan gereja Katolik di Kampung Botawa, Distrik Oudate.
Peletakan batu pertama pembangunan rumah pastoral dipimpin langsung oleh Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA. Prosesi tersebut menjadi tanda dimulainya tahapan pembangunan rumah pastoral yang diharapkan dapat menunjang pelayanan pastoral serta memperkuat pembinaan iman umat Katolik di Kabupaten Waropen.
Setelah Uskup Timika meletakkan batu pertama, prosesi dilanjutkan oleh Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., perwakilan DPRK Waropen, Ketua Stasi Katolik Waropen, M. Huby, serta tokoh adat yang turut mengambil bagian dalam momentum bersejarah tersebut.

Foto Bawah: Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, bersama Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., dan perwakilan keluarga besar Moreny dari Suku Besar Botawa berfoto bersama usai penyerahan surat adat sebidang tanah untuk pembangunan Gereja Katolik di Kampung Botawa, Distrik Oudate. Momen ini menjadi wujud kebersamaan, kerelaan, dan dukungan masyarakat adat dalam pengembangan pelayanan serta pembangunan iman umat Katolik di Kabupaten Waropen . (Ft: Jery)

Sukacita umat semakin terasa ketika dalam kesempatan yang sama berlangsung penyerahan surat hibah adat suku besar BOtawa atas sebidang tanah di Kampung Botawa, Distrik Oudate, untuk pembangunan gereja Katolik. Tanah tersebut diserahkan oleh perwakilan keluarga besar Moreny kepada Uskup Timika sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pelayanan dan kehidupan iman umat Katolik di wilayah tersebut.
Selanjutnya, surat hibah sebidang tanah itu diserahkan oleh Uskup Timika kepada Ketua Stasi Gereja Katolik Kabupaten Waropen untuk menjadi bagian dari proses pembangunan gereja Katolik di Kampung Botawa.
Perwakilan keluarga besar Moreny dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa penyerahan sebidang tanah pembangunan gereja Katolik di BOtawa telah disepakati bersama oleh keluarga besar dari empat suku. Keputusan itu diambil dengan harapan agar tanah tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pelayanan gereja.
Ia juga menyampaikan bahwa ayahnya, Yacob Moreny, sebenarnya berkeinginan menyerahkan langsung surat pelepasan tanah tersebut. Namun, karena kondisi kesehatan yang sedang sakit, dirinya mewakili keluarga untuk menyerahkan dokumen itu kepada Uskup Timika.
Menurutnya, keputusan keluarga besar Moreny merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah dan pengembangan pelayanan umat Katolik, sehingga tanah tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan gereja dan kemuliaan Tuhan.
Sementara itu, Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, menyampaikan terima kasih atas nama umat Katolik di Kabupaten Waropen kepada keluarga besar Moreny dan seluruh kepala suku yang telah menunjukkan kerelaan serta dukungan melalui penyerahan surat pelepasan tanah untuk pembangunan gereja Katolik di Kampung Botawa.
Uskup berharap dukungan dan kebaikan keluarga besar Moreny menjadi berkat bagi perkembangan iman umat Katolik serta memperkuat semangat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat Waropen.
Secara khusus, Uskup Timika juga menyampaikan harapan dan doa agar Yacob Moreny memperoleh kesehatan dan kesembuhan dari penyakit yang sedang dialaminya.
Melalui peletakan batu pertama rumah pastoral dan penyerahan tanah untuk pembangunan gereja Katolik di Botawa, umat Katolik di Kabupaten Waropen diharapkan semakin bersemangat dalam mengembangkan pelayanan, memperkuat iman, serta menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat adat dan seluruh elemen masyarakat.
Penulis: Jery
Editor: Tamrin Sinambela







