Wabup Yowel Boari Sampaikan Aspirasi Waropen Jadi Ibu Kota Provinsi Papua Utara

Wakil Bupati Waropen, Yowel Boari, saat membacakan sambutan tertulis Bupati Waropen, Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si., dalam kunjungan kerja anggota Komisi XIII DPR RI, Tonny Tesar, S.Sos., di Aula Hotel Elfanso Widuri, Kamis (29/10/2026). Ft: Jery/mepago.co

WAROPEN | MEPAGO.CO – Wakil Bupati Waropen, Yowel Boari, menyampaikan harapan agar Kabupaten Waropen dapat dipertimbangkan sebagai ibu kota Provinsi Papua Utara apabila rencana pembentukan provinsi baru yang mencakup wilayah adat Saireri direalisasikan. Aspirasi tersebut disampaikan saat membacakan sambutan tertulis Bupati Waropen, Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si., dalam kunjungan kerja anggota Komisi XIII DPR RI, Tonny Tesar, S.Sos., di Aula Hotel Elfanso Widuri, Kabupaten Waropen, Kamis (29/10/2026).

Dalam sambutan tersebut, Yowel Boari menegaskan bahwa kunjungan kerja wakil rakyat di tingkat pusat merupakan momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan, bertukar informasi, menyerap aspirasi, serta membangun pemahaman bersama mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat di daerah.

“Pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama, koordinasi, dan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga perwakilan rakyat, maupun seluruh elemen masyarakat,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Waropen terus berupaya melaksanakan pembangunan berdasarkan visi Waropen Bangkit, Mandiri dan Sejahtera yang Berkeadilan. Pembangunan, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik, perlindungan hak-hak masyarakat, serta kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan warga.

Terkait aspirasi pembentukan Provinsi Papua Utara yang mencakup wilayah adat Saireri, pemerintah daerah memandang wacana tersebut sebagai peluang untuk mendorong pemerataan pembangunan, mendekatkan pelayanan pemerintahan, dan membuka kesempatan kemajuan yang lebih luas bagi masyarakat pesisir utara Papua.

Karena itu, harapan agar Waropen dipertimbangkan sebagai ibu kota provinsi baru disampaikan secara konstruktif dengan tetap memperhatikan proses dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, penentuan ibu kota provinsi harus melalui kajian objektif dengan mempertimbangkan kondisi geografis, kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, kemampuan penyelenggaraan pemerintahan, serta kepentingan seluruh masyarakat di wilayah calon provinsi.

“Yang terpenting bukan semata-mata penetapan ibu kota, melainkan bagaimana setiap kebijakan pemekaran benar-benar menjadi sarana untuk mempercepat pembangunan, memperkuat perlindungan hak-hak masyarakat adat, membuka kesempatan bagi Orang Asli Papua, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Waropen juga berharap kunjungan anggota Komisi XIII DPR RI dapat menjadi ruang komunikasi dan pertukaran pandangan mengenai persoalan yang berkaitan dengan reformasi regulasi, hak asasi manusia, kepastian hukum, serta pelayanan publik.

Yowel Boari menyampaikan bahwa masyarakat membutuhkan kebijakan yang tidak hanya baik dari sisi regulasi, tetapi juga dapat diterapkan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah berharap aspirasi serta pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di Kabupaten Waropen dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan kebijakan di tingkat pusat sesuai dengan kewenangan Komisi XIII DPR RI.

Pemerintah Kabupaten Waropen juga menyatakan kesiapan untuk mendukung komunikasi dan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah. Para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan dapat memberikan informasi serta penjelasan sesuai bidang tugas masing-masing agar setiap persoalan yang dibahas didukung data dan kondisi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menutup sambutannya, Yowel Boari berharap kunjungan kerja Tonny Tesar bersama rombongan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pertemuan kelembagaan, tetapi juga menghasilkan masukan yang bermanfaat bagi pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga semangat persatuan melalui filosofi masyarakat Waropen, “Ndi Sowosio Ndi Korako”, yang bermakna bahwa dengan bersatu, masyarakat akan menjadi kuat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Waropen, kami menyampaikan selamat datang kepada Bapak Tonny Tesar, S.Sos., beserta seluruh rombongan di Negeri Seribu Bakau. Kiranya pertemuan ini berlangsung dengan baik dan menghasilkan masukan yang bermanfaat bagi kemajuan Kabupaten Waropen,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRK Waropen, Pabung Kodim 1709/Yawa, Wakapolres Waropen, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta tamu undangan lainnya.

Penulis: Jery

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *