WAROPEN | MEPAGO.CO – Masyarakat di kawasan Teluk Ampimoi akan memperingati 100 tahun masuknya Injil pada Maret 2027. Momentum satu abad tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang sejarah, memperkuat iman, serta mempererat persaudaraan masyarakat Teluk Ampimoi.
Hal tersebut disampaikan Errych Ruamba melalui siaran pers kepada media ini, Selasa (1/9/2026). Ia mengajak seluruh masyarakat asal Teluk Ampimoi, baik yang berada di kampung halaman maupun yang tersebar di berbagai kabupaten dan daerah, untuk mengambil bagian dalam persiapan peringatan tersebut.
Menurutnya, perjalanan Injil selama 100 tahun telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Teluk Ampimoi, terutama dalam membangun iman, kasih, persaudaraan, karakter, serta kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani.
“Momentum satu abad Injil ini harus mendapat perhatian serius dari seluruh orang yang berasal dari kawasan Teluk Ampimoi, baik yang berada di kampung halaman maupun yang tersebar di berbagai kabupaten dan daerah,” ujarnya.
Errych mengatakan, pada 23 Agustus 2026 dirinya telah berdiskusi dengan Panitia Perayaan 100 Tahun Injil Masuk di Kawasan Teluk Ampimoi terkait berbagai persiapan menuju pelaksanaan perayaan pada Maret 2027.
Dari komunikasi tersebut, ia memperoleh informasi bahwa panitia telah melakukan berbagai persiapan, khususnya penggalangan dana. Namun, masih terdapat kendala dalam pembiayaan yang membutuhkan dukungan bersama.
Selain persiapan perayaan, Errych juga berkomunikasi dengan Panitia Pembangunan Tugu Pekabaran Injil di Teluk Ampimoi. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, pembangunan tugu saat ini masih berlangsung dan ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir September 2026.
Namun, persoalan pembiayaan kembali menjadi salah satu kendala dalam penyelesaian pembangunan tugu tersebut.
Errych menilai kondisi tersebut harus menjadi panggilan bagi seluruh anak-anak Teluk Ampimoi untuk mengambil bagian. Menurutnya, peringatan 100 tahun Injil dan pembangunan Tugu Pekabaran Injil bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi merupakan tanggung jawab moral dan sejarah seluruh masyarakat Teluk Ampimoi.
“Panitia memang diberikan mandat sebagai pelaksana, tetapi keberhasilan pembangunan tugu dan suksesnya pelaksanaan perayaan 100 tahun Injil membutuhkan dukungan seluruh masyarakat Teluk Ampimoi,” katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing, baik melalui doa, pemikiran, tenaga maupun dukungan materi.
Khusus masyarakat Katelmoi yang berada di berbagai kabupaten dan daerah, Errych berharap dapat dibangun koordinasi bersama untuk mendukung penggalangan dana. Setiap kabupaten diharapkan dapat mengoordinasikan masyarakat Katelmoi yang berada di wilayahnya untuk mengambil bagian dalam penyelesaian pembangunan Tugu Pekabaran Injil sekaligus menyukseskan perayaan satu abad Injil pada Maret 2027.
Selain masyarakat, ia juga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap momentum tersebut melalui dukungan kebijakan, fasilitasi, dukungan moral maupun bentuk dukungan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
“Panitia adalah pelaksana. Tetapi sejarah ini adalah milik kita bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, peringatan 100 tahun Injil di Teluk Ampimoi bukan sekadar mempersiapkan sebuah acara, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah dan iman untuk diwariskan kepada generasi mendatang.
Karena itu, seluruh masyarakat Teluk Ampimoi di mana pun berada diajak untuk menyatukan hati, pikiran, tenaga dan kepedulian demi menyukseskan 100 Tahun Injil Masuk di Kawasan Teluk Ampimoi pada Maret 2027.
“Mari kita jaga sejarah, kuatkan iman, dan wariskan nilai-nilai Injil kepada generasi penerus. Ini sejarah kita. Ini iman kita. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Editor: Tamrin Sinambela







