Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., bersama istri dan perwakilan umat Katolik saat mengikuti prosesi persembahan dalam perayaan Misa Sakramen Krisma di Gereja Katolik Santo Yosef, SP-6, Kabupaten Waropen, Senin (26/10/2026). (Ft: Jery/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Perayaan iman melalui penerimaan Sakramen Krisma bagi umat Katolik Stasi Waropen, Paroki Bunda Maria Serui, Keuskupan Timika, berlangsung aman dan lancar di Gereja Katolik Santo Yosefh, Jalan Poros SP-6, Kabupaten Waropen, Senin (26/10/2026).
Sekitar 250 lebih umat Katolik menghadiri perayaan Misa yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A. Perayaan tersebut menjadi momentum penting bagi umat Katolik untuk memperkuat iman, memperbarui komitmen hidup sebagai orang Katolik, serta mempererat persaudaraan dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., bersama istri turut menghadiri perayaan tersebut. Dalam rangkaian misa, Bupati bersama istri dan perwakilan umat Katolik yang telah ditunjuk mengambil bagian dalam prosesi persembahan.
Dalam homilinya, Uskup Bernardus menekankan pentingnya pengakuan dosa secara pribadi, rekonsiliasi, dan pertobatan sebagai bagian esensial dalam kehidupan iman umat Katolik.

Foto bawah: Uskup Mgr. Bernardus Bofitwos Baru bersama Bupati Waropen dan para tokoh berjalan menuju lokasi jamuan kasih usai perayaan Misa Sakramen Krisma di Gereja Katolik Santo Yosef, SP-6, Senin (26/10/2026). Momen kebersamaan ini mencerminkan semangat persaudaraan, kerukunan, dan kasih dalam kehidupan masyarakat Waropen. (Ft: Jery)

Menurutnya, setelah menerima pengampunan, setiap umat hendaknya memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri dan membangun kembali hubungan yang baik dengan Tuhan maupun sesama.
Ia juga mengingatkan pentingnya persiapan rohani sebelum mengikuti perayaan misa, termasuk melalui pengakuan dosa dan pertobatan, agar umat semakin siap menerima karya Roh Kudus dalam kehidupan mereka.
Uskup Bernardus menegaskan bahwa para pastor dan pengurus umat Katolik memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing serta menyelamatkan umat, yang dimulai dari lingkungan keluarga, komunitas umat, hingga kehidupan masyarakat yang lebih luas.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga martabat perempuan dalam kehidupan keluarga. Para suami diharapkan senantiasa menyayangi, menghormati, dan memperlakukan istri dengan penuh kasih sebagai wujud nyata kehidupan keluarga yang harmonis dan berlandaskan iman.
Usai perayaan misa, suasana sukacita berlanjut melalui penampilan berbagai tarian yang dibawakan oleh kelompok pemuda Gereja Katolik Santo Yosefh bersama perwakilan berbagai suku. Pertunjukan tersebut berlangsung di halaman gereja dan menjadi wujud ungkapan syukur, pelestarian budaya, serta kebersamaan umat dalam perayaan iman.
Kehadiran Uskup Mgr. Bernardus Bofitwos Baru di Kabupaten Waropen juga berlangsung bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 Gereja Kristen Injili (GKI). Momen tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Waropen.
Pada hari pelaksanaan kegiatan, hujan turun sejak subuh dan cuaca tampak mendung. Kondisi tersebut disambut dengan rasa syukur oleh masyarakat Waropen, mengingat hujan telah lama dinantikan di tengah pergumulan warga.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan makan agape bersama para tamu undangan dan umat yang hadir. Kebersamaan tersebut semakin mempererat tali persaudaraan serta menegaskan nilai kasih, persatuan, dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui perayaan Sakramen Krisma ini, umat Katolik Waropen diharapkan semakin teguh dalam iman, mampu menjadi saksi kasih Kristus, serta terus membangun kehidupan keluarga dan masyarakat yang damai, harmonis, dan penuh persaudaraan.
Penulis: Jery
Editor: Tamrin Sinambela







