Bupati dan Wakil Bupati Waropen Melayat ke Rumah Duka Ketua Dewan Adat Pdt. Frans Bisi Wonatorei

Bupati Waropen F.X. Mote melayat ke rumah duka almarhum Pdt. Frans Bisi Wonatorei, M.Th., sebagai bentuk penghormatan dan duka cita mendalam atas kepergian tokoh adat dan rohaniwan Waropen tersebut. (Ft: Tamrin/mepago.co)

WAROPEN | MEPAGO.CO — Suasana haru menyelimuti kediaman almarhum Ketua Dewan Adat Kabupaten Waropen, Pdt. Frans Bisi Wonatorei, M.Th, di Kampung Ronggaiwa, Selasa (11/11/2025). Sekitar pukul 11.40 WIT, Bupati Waropen, Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si., bersama Wakil Bupati, Yowel Boari, datang melayat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok tokoh adat dan rohaniawan yang sangat dihormati di Waropen itu.

Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati disambut penuh duka oleh Kepala Suku Wonatorei Imbiri Sanggehi, Yusak Wonatorei, serta keluarga besar almarhum. Tangis pecah saat rombongan pemerintah tiba di rumah duka, menggambarkan betapa besar kehilangan masyarakat Waropen atas kepergian almarhum.

Almarhum Pdt. Frans Bisi Wonatorei, M.Th., diketahui meninggal dunia pada Sabtu (8/11/2025) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak. Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai Ketua Dewan Adat Kabupaten Waropen, Pendeta Gereja, sekaligus Kepala Kampung Ronggaiwa — sosok yang disegani karena dedikasinya dalam pelayanan dan pembinaan masyarakat adat maupun jemaat gereja.

Bupati F.X. Mote dan Wabup Boari tiba di rumah almarhum Pdt. Frans Bisi Wonatorei, disambut tangis keluarga. (Ft: Tamrin)

Dalam kesempatan itu, Bupati F.X. Mote menyampaikan duka cita yang mendalam mewakili Pemerintah Kabupaten Waropen dan seluruh masyarakat. Ia menilai almarhum sebagai figur panutan yang telah banyak memberikan kontribusi bagi pelestarian adat dan pembangunan sosial di Waropen.

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Waropen, kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Almarhum adalah sosok yang penuh kasih, berjiwa pemersatu, dan selalu mengedepankan kepentingan adat serta masyarakat. Waropen kehilangan salah satu tokoh terbaiknya,” ujar Bupati Mote dengan nada haru.

Didampingi para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati dan Wakil Bupati kemudian menyalami satu per satu anggota keluarga sebagai bentuk empati dan penghormatan terakhir. Suasana di rumah duka dipenuhi isak tangis dari keluarga dan warga yang turut hadir memberikan penghormatan.

Sejumlah karangan bunga duka cita dari berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga adat, maupun gereja, juga tampak berjejer di sekitar rumah almarhum, menandakan besarnya rasa kehilangan atas kepergian beliau.

Menurut keluarga, prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Rabu (12/11/2025) di belakang rumah kediaman almarhum di Kampung Ronggaiwa.

Kepergian Pdt. Frans Bisi Wonatorei meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Waropen, namun teladan hidup dan dedikasi beliau akan senantiasa dikenang sebagai warisan berharga bagi generasi penerus.

 

Penulis: Tamrin Sinambela

Edotor: Tamrin Sinambela

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *