Bupati Waropen, Drs. F.X. Mote, saat memberikan penghormatan terakhir sambil memegang peti jenazah almarhumah Ny. Yansen Waramori Watopa di Kampung Khemon Jaya. (Ft: Tamrin/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Waropen atas berpulangnya Ny. Yansen Waramori Watopa, istri dari Kepala Kampung Khemon Jaya. Kepergian almarhumah membawa duka yang mendalam bagi keluarga besar Watopa, masyarakat Kampung Khemon Jaya, serta jajaran pemerintahan kampung se-Kabupaten Waropen.
Almarhumah menghembuskan napas terakhir pada Minggu, 7 Desember 2025 di RSUD Serui. Jenazah diberangkatkan dari Serui pada Senin, 8 Desember, dan tiba di Waropen sekitar pukul 12.00 WIT untuk kemudian disemayamkan di rumah anak mantu, Eduard Rumayomi Watopa, di SP 5. Prosesi pemakaman dilaksanakan pada Rabu pagi, 10 Desember 2025, di samping rumah keluarga di Kampung Khemon Jaya.
Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, turut hadir memberikan penghormatan terakhir sebelum ibadah pemakaman dimulai. Dengan mata berkaca-kaca dan sesekali menyeka air mata, Bupati Mote menyampaikan belasungkawa mendalam atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Waropen.
Dalam sambutannya, ia mengenang almarhumah sebagai pribadi yang setia mendampingi suami dalam pelayanan dan tugas sebagai Kepala Kampung.
“Saya mengenal almarhumah sebagai perempuan yang setia menyertai suaminya. Suatu waktu saya melihat mereka berdua naik motor bersama, melewati jalan dengan tawa. Itu gambaran kebersamaan sekaligus ketulusan almarhumah dalam mendukung suaminya melayani masyarakat,” ujar Bupati.
kepada keluarga yang ditinggalkan, ia memberikan pesan penguatan:
“Kepada Bapak Watopa, anak-anak, dan cucu, tetap kuat. Kehilangan ini berat, tetapi kebaikan dan ketulusan almarhumah akan menjadi warisan bagi keluarga dan kampung ini.”
Usai memberikan penghormatan terakhir, Bupati Mote melanjutkan agenda kedinasannya ke Waropen Tengah untuk meresmikan gedung pastori salah satu jemaat GKI. Ia berangkat menggunakan speedboat dari Kali Sanggey.
Ny. Yansen Waramori Watopa meninggalkan lima orang anak, terdiri dari dua laki-laki dan tiga perempuan. Masyarakat mengenangnya sebagai pribadi yang ramah, peduli, dan aktif dalam pelayanan gereja serta kegiatan sosial kampung.
Gembala Jemaat GBI Horeb SP 5, Pdm. Selviana Sapari, turut menyampaikan rasa kehilangan:
“Almarhumah selalu hadir, setia, dan penuh kasih dalam setiap pelayanan. Kami sangat kehilangan sosoknya.”
Kepergian almarhumah meninggalkan duka yang dalam, namun juga warisan teladan tentang kesetiaan, ketulusan, dan pelayanan yang akan terus dikenang oleh keluarga dan masyarakat.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela
