Empat Kasus TBC RO Ditemukan

WAROPEN | MEPAGO.CO – Tenaga medis di Puskesmas Kabupaten Waropen menemukan empat kasus Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO), penyakit menular melalui udara yang membutuhkan penanganan khusus. Temuan ini mendorong pihak kesehatan memperketat langkah pencegahan serta menggencarkan sosialisasi penggunaan masker di ruang publik.

Penemuan kasus tersebut menjadi perhatian serius karena TBC RO dapat menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, terutama di area dengan mobilitas tinggi. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Plt. Kandinkes Waropen, Dokter Jenggo mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan serta otoritas kapal yang berlabuh di Dermaga Pidemani, Waren, guna melakukan sosialisasi dan pengumuman agar masyarakat membiasakan diri memakai masker.

“Perlu kami tegaskan, imbauan memakai masker ini bukan karena COVID-19, melainkan sebagai bentuk perlindungan agar tidak terjadi pertukaran droplet yang berpotensi menularkan TBC RO. Memakai masker adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi risiko penularan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kasus TBC Sensitif Obat (TBC SO) memang lebih banyak ditemukan dan umumnya dapat ditangani dengan terapi standar. Namun, TBC RO memerlukan perhatian khusus karena pengobatannya lebih kompleks, menggunakan obat tertentu, serta melibatkan tim dokter spesialis.

Dr. Jenggo memastikan para pasien yang telah teridentifikasi kini menjalani penanganan intensif. Tim medis juga memberikan edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat serta mengimbau pasien untuk sementara mengurangi kontak erat demi mencegah penyebaran.

Pekerjaan rumah kami saat ini adalah memeriksa orang-orang yang memiliki riwayat kontak dekat, baik anggota keluarga serumah maupun rekan kerja. Proses pelacakan ini sedang dilakukan secara bertahap oleh tim,” jelasnya kepada awak media di kantornya.

Ia menegaskan bahwa TBC bukanlah penyakit yang harus ditutupi. Menurutnya, keterbukaan dan kesadaran untuk berobat sejak dini menjadi kunci menghentikan rantai penularan.

Kita tidak perlu takut, tetapi harus waspada. Mari bersama-sama menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar Kabupaten Waropen terbebas dari penyakit menular. Ini adalah tanggung jawab kita bersama demi melindungi generasi masa depan,” pungkasnya.

 

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *