Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman saat menyerahkan secara simbolis kunci rumah layak huni kepada salah satu penerima bantuan program Otonomi Khusus. (Ft: Tamrin/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Pemerintah Kabupaten Waropen melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman menyerahkan 10 unit rumah layak huni yang dibangun dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2025 kepada masyarakat Orang Asli Papua (OAP). Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote di Kampung Nonomi, Distrik Waropen Bawah, Kamis (5/3/2026).
Sepuluh unit rumah tersebut tersebar di empat distrik, yakni 1 unit di Distrik Inggerus, 2 unit di Distrik Wapoga, 4 unit di Distrik Waropen Bawah, dan 3 unit di Distrik Urei Faisei. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal yang layak.
Acara penyerahan turut dihadiri anggota DPRK Waropen, Ismael, SE, Perwira Penghubung Kodim 1709/Yawa, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Bernadeta Goo, SH, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Robby Duwiri, SE, MT, Kepala Distrik Waropen Bawah Alfons Wenggi, S.IP, serta jajaran pejabat dan staf Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama para penerima bantuan rumah.
Dalam sambutannya, Bupati Mote menegaskan bahwa pembangunan rumah layak huni ini diberikan khusus kepada masyarakat Orang Asli Papua sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Foto bawah: Bupati Mote didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman berfoto bersama para penerima bantuan rumah layak huni yang dibangun melalui dana Otonomi Khusus. (Ft: Tamrin)
“Rumah ini diberikan dengan penuh harapan agar keluarga yang menempatinya dapat membangun masa depan yang lebih baik. Tidak semua warga menerima bantuan ini, sehingga penerima yang terpilih harus memanfaatkannya dengan baik untuk kemajuan keluarga,” ujar Bupati.
Ia juga berpesan agar rumah yang telah diberikan dapat menjadi tempat yang membawa kebaikan bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Jadikanlah rumah ini sebagai tempat bersaksi dan memberikan terang bagi lingkungan dan masyarakat. Saya berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan oleh keluarga yang memang tidak mampu dan membutuhkan tempat tinggal yang layak,” tambahnya.
Menurut Bupati, proses penentuan penerima bantuan telah melalui tahapan penilaian sehingga bantuan tersebut tepat sasaran. Ia pun mengakui kualitas rumah yang dibangun sudah cukup baik dan sesuai harapan pemerintah daerah.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela
