Bupati Mote Hadiri Petakkan Batu Pertama Gereja GKII Sardis di Lembah Urei

WAROPEN | MEPAGO.CO – Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja pada Pos Pelayanan Umat Jemaat Sardis Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) berlangsung khidmat di Kampung Lembah Urei, Sabtu (07/03/2026). Kegiatan tersebut diawali dengan tradisi bakar batu yang disambut antusias oleh masyarakat, khususnya warga jemaat yang hadir memadati lokasi kegiatan.

Momentum ini menjadi tonggak awal pembangunan rumah ibadah bagi umat GKII di wilayah tersebut sekaligus wujud kebersamaan antara pemerintah daerah, tokoh gereja, dan masyarakat dalam memperkuat kehidupan rohani di Tanah Waropen.

Pendeta Viktor Minta selaku Pendeta Jemaat GKII Sola Gracia dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat Kirihi Walani juga ingin menorehkan sejarah di Tanah Waropen melalui pembangunan gereja tersebut. Menurutnya, pembangunan ini bukan sekadar mendirikan gedung ibadah, tetapi juga menjadi simbol iman, persatuan, dan harapan bagi generasi yang akan datang.

Foto atas: Warga jemaat dan masyarakat Kampung Lembah Urei santai sambil menikmati hidangan bakar batu dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan Gereja GKII Sardis.
Foto bawah: Pdt. Viktor secara simbolis meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Gereja GKII Sardis di Kampung Lembah Urei. (Ft: HumasPro)

Ia menambahkan, apabila kelak wilayah Kirihi Walani berdiri sendiri sebagai kabupaten pemekaran, maka gereja yang dibangun hari ini akan menjadi salah satu bukti sejarah perjalanan iman masyarakat di daerah tersebut.

Pembangunan gereja ini adalah wujud kerinduan jemaat untuk membangun rumah Tuhan. Kami berharap, jika suatu saat negeri Kirihi Walani menjadi kabupaten pemekaran, maka gereja ini akan menjadi saksi sejarah bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam membangun daerah.

Bupati Mote menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya dilakukan melalui infrastruktur, tetapi juga melalui pembangunan iman dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Saya berharap semua pihak dapat bersatu dan saling mendukung dalam membangun daerah ini. Kita harus memegang nilai kebersamaan seperti filosofi Ndi Sowosio Ndi Korako serta semangat Kanibararuko sebagai kekuatan masyarakat Waropen,” ujar Bupati.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaat dan masyarakat yang telah menunjukkan semangat gotong royong untuk memulai pembangunan gereja tersebut.

Acara peletakan batu pertama ini turut dihadiri Bupati Waropen, Perwira Penghubung Kodim 1709/Yawa, para anggota DPRK Waropen khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga jemaat yang hadir dengan penuh sukacita.

Kegiatan ditutup dengan kebersamaan masyarakat dalam tradisi bakar batu sebagai simbol syukur, persaudaraan, dan dukungan bersama terhadap pembangunan rumah ibadah tersebut.

 

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *