Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di GKI Rehobot Kandowarira, Tonny Tesar Tekankan Penguatan Persatuan

Kebersamaan dalam semangat kebangsaan usai sosialisasi 4 Pilar terlihat saat berfoto bersama, memperkuat persatuan dari Kandowarira untuk Indonesia. (Ft: Tamrin)

YAPEN | MEPAGO.CO – Anggota MPR RI Tonny Tesar bersama Anggota DPR Papua Eduward Norman Banua menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gedung GKI Rehobot Kandowarira, Senin (30/3/2026) pukul 14.00 WIT, sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung GKI Rehobot Kandowarira tersebut dihadiri oleh jemaat dan masyarakat setempat yang antusias mengikuti materi yang disampaikan.

Dalam pemaparannya, Tonny Tesar menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan Indonesia merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Keempat pilar tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, Pancasila sebagai ideologi negara memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa. Lima sila yang terkandung di dalamnya menjadi pedoman moral dan spiritual bagi seluruh rakyat Indonesia untuk hidup religius, menjunjung nilai kemanusiaan, serta mengedepankan demokrasi dan keadilan sosial.

Selain itu, UUD 1945 dijelaskan sebagai konstitusi tertinggi negara yang mengatur seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan, termasuk hak dan kewajiban warga negara. “UUD 1945 menjadi dasar hukum yang menjamin terciptanya tata kehidupan bernegara yang tertib, adil, dan demokratis,” ujar Tonny.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang tidak terpisahkan dari Sabang hingga Merauke.

Keutuhan ini, menurutnya, menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional di tengah keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

Sementara itu, semboyan Bhinneka Tunggal Ika juga menjadi perhatian dalam sosialisasi tersebut. Tonny Tesar menyampaikan bahwa keberagaman suku, agama, ras, dan budaya harus dipandang sebagai kekuatan bangsa yang mempersatukan, bukan sebagai sumber perpecahan.

Nilai-nilai dalam Bhinneka Tunggal Ika harus terus dihidupi dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta harmoni sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *