Salam ‘Ndi Sosiwo Korako’ diperagakan Bupati, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, serta seluruh peserta Musrenbang saat berfoto bersama usai pembukaan. (Ft: Tamrin/mepago.co)
WAREN | MEPAGO.CO – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 dan Musrenbang Otsus 2027 di Kabupaten Waropen menjadi tahapan strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si saat membuka kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Elfanso Duwiri, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, Musrenbang bertujuan untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan prioritas pembangunan daerah, sekaligus memastikan sinergi antara program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
“Tahapan ini sangat penting untuk memastikan pembangunan yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan tema pembangunan Kabupaten Waropen tahun 2027, yakni “Pemenuhan Layanan Dasar yang Didukung dengan Sarana dan Prasarana Berkualitas.”
Tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat akan difokuskan pada penyediaan layanan dasar yang berkualitas dan merata, di antaranya:
-. Peningkatan akses pendidikan melalui pemberian beasiswa dan pemerataan fasilitas pendidikan
-. Penguatan layanan kesehatan, termasuk peningkatan kapasitas puskesmas dan pelayanan imunisasi
-. Percepatan penurunan stunting melalui intervensi gizi terintegrasi
-. Penyediaan akses air bersih dan sanitasi layak
-. Pengembangan perumahan layak huni bagi masyarakat
Selain itu, seluruh program tersebut akan didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, seperti:
-. Pembangunan dan peningkatan jalan serta jembatan
-. Penyediaan akses listrik
-. Perluasan jaringan telekomunikasi dan internet hingga ke wilayah terpencil
“Dengan demikian, tidak ada lagi wilayah yang tertinggal dalam akses pelayanan dasar dan pembangunan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa keberhasilan program pembangunan akan diukur melalui sejumlah indikator, antara lain meningkatnya angka partisipasi sekolah, menurunnya prevalensi stunting, serta meningkatnya akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi layak.
Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan program Otonomi Khusus (Otsus) yang tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya Orang Asli Papua.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk berperan aktif dalam memberikan masukan, saran, dan usulan yang konstruktif.
“Saya mengajak seluruh peserta agar bersama-sama menyusun dokumen RKPD dan program Otsus 2027 yang berkualitas, realistis, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Tim asistensi Bappeda tidak dapat hadir langsung dalam Musrenbang Waropen akibat keterbatasan transportasi menuju Waropen. Kegiatan pendampingan kemudian dilakukan dari Kabupaten Supiori melalui video conference.
Pembukaan Musrenbang turut hadir Wakil Bupati Yowel Boari, unsur pimpinan DPRK, Kapolres Waropen, AKBP. Iip Syarif Hidayat, serta perwakilan TNI dari Kodim 1709/Waropen.
Selain itu, hadir pula Plt Sekda Waropen, Bob Woriori, para staf ahli bupati, asisten Setda, para pimpinan OPD, para kepala distrik, pimpinan instansi vertikal, BUMD, serta organisasi perempuan seperti GOW dan Dharma Wanita, dan tamu undangan lainnya.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela
