Edward Norman Banua bersama Ryan Hendrik saat menyerahkan bantuan dana stimulan kepada ketua panitia disaksikan Picaris dan warga jemaat. (Ft: Kristian)
PAPARU | MEPAGO.CO – Fraksi Partai NasDem DPR Papua melalui Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua, Edward Norman Banua menyerahkan bantuan dana stimulan tahap awal sebesar Rp15 juta untuk mendukung rehabilitasi pembangunan Gedung Gereja GKI Maranatha Paparu, Klasis Yapen Timur, Rabu (6/5).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Norman Banua didampingi anggota Fraksi NasDem DPRK Kepulauan Yapen, Ryan Hendrik dan diterima Ketua Panitia Rehabilitasi Gedung Gereja bersama warga jemaat.
Dalam kesempatan itu, Norman Banua menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk perhatian dan dukungan awal dari Partai NasDem terhadap pembangunan rumah ibadah di daerah.
Ia mengakui nominal bantuan yang diberikan belum sebanding dengan kebutuhan anggaran panitia pembangunan gereja yang cukup besar.
Meski demikian, ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi panitia dan jemaat untuk terus bekerja dan bergotong royong menyelesaikan pembangunan gereja.

Suasana kebersamaan warga, panitia, dan para tamu saat menikmati Barapen bersama usai kegiatan penyerahan bantuan rehabilitasi Gedung Gereja GKI Maranatha Paparu di Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen. (Ft: Kristian)

“Ini bantuan awal dari Partai NasDem sebesar Rp15 juta. Memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebutuhan pembangunan gereja, tetapi kami berharap dapat memacu semangat panitia dan jemaat dalam melanjutkan pekerjaan pembangunan,” ujar Norman Banua.
Menurutnya, gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan iman dan kehidupan sosial masyarakat, sehingga perlu mendapat perhatian bersama, termasuk dari pemerintah dan para wakil rakyat.
Sementara itu, Ketua Panitia Rehabilitasi Gedung Gereja GKI Maranatha Paparu, Sabor Ampasoi menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Fraksi NasDem DPR Papua dan DPRK Kepulauan Yapen.
Usai kegiatan penyerahan bantuan, suasana kebersamaan dilanjutkan dengan tradisi Barapen ikan dan kus-kus bersama panitia pembangunan gereja dan masyarakat setempat.
Tradisi tersebut menjadi salah satu ciri khas budaya masyarakat di Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen, yang selalu menghadirkan nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan rasa syukur dalam setiap kegiatan adat maupun keagamaan.
Masyarakat tampak antusias mengikuti prosesi Barapen yang berlangsung penuh keakraban. Selain menjadi ajang makan bersama, tradisi itu juga menjadi simbol persatuan dan gotong royong antara warga, panitia, tokoh masyarakat, dan para tamu yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Penulis: Kristian Kaiba
Editor: Tamrin Sinambela







