Penandatanganan berita acara Serah Terima Jabatan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Waropen disaksikan langsung oleh Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si. Momentum ini menandai resmi beralihnya kepemimpinan sebagai bagian dari penyegaran organisasi untuk mendukung peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. (Ft: Tamrin/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, memimpin langsung Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Waropen yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Waropen, Kamis (4/6/2026).
Dalam acara tersebut, jabatan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan diserahterimakan dari pejabat lama, Thomas T. Marini, SP, M.Si kepada pejabat baru, Maxfelen B.R. Satia, S.Hut.
Mengusung tema “Bersinergi Melanjutkan Kinerja, Mewujudkan Pertanian Maju, Mandiri dan Berkelanjutan”, kegiatan sertijab berlangsung khidmat dan dihadiri para pejabat daerah, ASN, serta jajaran Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Waropen.
Dalam sambutannya, Bupati Fransiscus Xaverius Mote menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari mekanisme pemerintahan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan terkait Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
“Saya sangat senang karena sertijab ini berlangsung dengan baik dan sempurna. Saya juga mengapresiasi kedua pejabat yang dengan ikhlas menerima dan melaksanakan tugas yang dipercayakan. Sebagai ASN, kita harus menyadari bahwa di mana pun ditempatkan dan ditugaskan, kita harus siap menjalankannya dengan penuh tanggung jawab,” ujar Bupati.


Menurutnya, rotasi jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kinerja pemerintahan.
“Oleh karena itu, apabila ke depan terjadi pergantian pejabat eselon III maupun eselon IV, maka ASN harus bersedia menerima tugas tersebut. Ini merupakan bentuk penyegaran dalam birokrasi agar organisasi semakin kuat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Bupati juga mengingatkan seluruh ASN agar menjadikan nurani sebagai dasar dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
“Nurani kita akan menentukan tindakan kita ke depan. Karena itu, buatlah sesuatu yang nyata dalam tanggung jawab yang diberikan. Jabatan bukan hanya kedudukan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Secara khusus, Bupati memberikan sejumlah target kepada Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan untuk mendukung program ketahanan pangan daerah dan nasional. Salah satunya adalah mewujudkan program cetak sawah rakyat seluas 100 hektare yang telah direncanakan pemerintah daerah.
“Cetak sawah rakyat seluas 100 hektare harus diwujudkan. Selain itu, pengembangan komoditas strategis seperti tanaman jarak, singkong, dan cabai juga harus menjadi perhatian serius untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bupati menambahkan, keberadaan kawasan transmigrasi di Kabupaten Waropen menjadi peluang besar dalam mendukung peningkatan produksi pangan sekaligus mewujudkan program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
“Dengan adanya wilayah transmigrasi, Waropen menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam peningkatan swasembada pangan. Peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian,” katanya.
Tak hanya itu, Bupati juga meminta agar lingkungan perkantoran Dinas Pertanian dimanfaatkan sebagai lahan percontohan pertanian yang dapat menjadi contoh bagi masyarakat.
“Saya ingin lahan di lingkungan kantor pertanian dibuat sebagai kebun atau lahan percontohan. Dengan begitu masyarakat bisa melihat langsung contoh pengelolaan pertanian yang baik dan produktif,” tutup Bupati.
Melalui sertijab tersebut, Pemerintah Kabupaten Waropen berharap kesinambungan program dan kinerja di sektor pertanian dapat terus terjaga serta semakin mendorong terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan masyarakat Waropen.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







