Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si bertindak sebagai pembina apel gabungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di pesisir Ausiwirini, Sanggei. Dalam amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan nyata demi masa depan Waropen yang bersih, sehat, dan lestari. (Ft: Tamrin/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Pemerintah Kabupaten Waropen memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 dengan menggelar apel gabungan dan penanaman 3.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Ausiwirini, Kampung Sanggei, Distrik Urei Faisei, Jumat (5/6/2026) pagi.
Kegiatan yang diprakarsai Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Kabupaten Waropen tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si. Apel gabungan berlangsung sekitar pukul 08.30 WIT di bibir pantai Ausiwirini dengan latar hamparan laut dan suasana pesisir yang menjadi bagian penting ekosistem lingkungan Waropen.
Bertindak sebagai komandan apel, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Waropen, Samuel Lukas Paprindey. Hadir pula Wakil Bupati, Yowel Boari, Ketua DPRK Waropen Yennike S.K. Dipapan, S.Sos, Kapolres Waropen AKBP Iip Syarif Hidayat, S.H., Pabung Kodim 1709/Yawa Mayor Inf. Marsamuel Makanua, para asisten Setda, pimpinan OPD, tokoh adat, serta jajaran pejabat dan staf Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kepala Kantor bersama jajaran Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit XVII Waropen


Dalam amanatnya, Bupati Fransiscus Xaverius Mote menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.
“Lingkungan yang sehat akan melahirkan masyarakat yang sehat. Karena itu, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan hanya seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga dan merawat alam yang telah dianugerahkan Tuhan kepada Kabupaten Waropen,” ujar Mote.
Bupati menjelaskan, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, mengandung pesan mendalam agar seluruh elemen masyarakat mengambil langkah konkret dalam menghadapi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat telah dijamin dalam peraturan perundang-undangan, sehingga upaya pelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga seluruh komponen masyarakat.
“Hamparan pesisir, sungai, dan hutan yang kita miliki merupakan kekayaan alam yang harus dijaga bersama. Kita berkewajiban mewariskannya kepada generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Pemkab Waropen melakukan penanaman 3.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Sanggei.

Foto bawah: Suasana apel gabungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di pesisir Ausiwirini, Sanggei, yang menjadi momentum memperkuat kesadaran bersama untuk menjaga alam dan menghadapi perubahan iklim. (Ft: Tamrin)

Bupati menyebut mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem pesisir, menjadi habitat berbagai biota laut, melindungi pantai dari abrasi, serta berfungsi sebagai penyerap karbon alami yang sangat penting dalam mitigasi perubahan iklim global.
Ia mengungkapkan Kabupaten Waropen memiliki kawasan mangrove yang luas, mencapai sekitar 28 ribu hektare, sehingga keberadaannya perlu terus dijaga dan dilestarikan.
“Kegiatan ini tidak boleh berhenti pada saat pohon ditanam. Yang lebih penting adalah bagaimana kita merawat dan memastikan mangrove tersebut tumbuh dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat di masa depan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh peserta apel untuk menjadi pelopor pelestarian lingkungan dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan kerja, mengurangi penggunaan plastik secara berlebihan, serta membangun kesadaran kolektif dalam menjaga alam.
“Perubahan besar selalu diawali dari langkah kecil. Mari menjadi teladan dalam menjaga lingkungan dan terus memperkuat persatuan serta kebersamaan demi Waropen yang bersih, sehat, dan lestari,” pungkasnya.
Usai apel gabungan, Bupati bersama unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh adat, serta seluruh peserta kegiatan melakukan penanaman mangrove secara simbolis dan dilanjutkan penanaman bersama di kawasan pesisir Ausiwirini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







