Robby Duwiri: Mangrove Benteng Masa Depan Pesisir Waropen

Semangat dan komitmen menjaga lingkungan. Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si bersama Plt. Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup, Robby Duwiri, S.Sos., MT, saling mengepal tangan sebagai simbol kebersamaan dan tekad kuat dalam mewujudkan Waropen yang hijau, bersih, dan lestari melalui aksi nyata pelestarian lingkungan. (Ft: Tamrin/mepago.co)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Penanaman 3.000 pohon mangrove yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di pesisir Ausiwirini, Kampung Sanggei, Kabupaten Waropen, bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan masyarakat pesisir.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Kabupaten Waropen, Robby Duwiri, SE., MT, saat berbincang khusus dengan media ini, usai pelaksanaan kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Waropen bersama berbagai unsur masyarakat, Jumat (5/6/2026).

Menurut Robby Duwiri, kegiatan penanaman mangrove memiliki banyak manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

Selain menjadi simbol kepedulian terhadap alam, mangrove juga berfungsi melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan gelombang laut.

Penanaman mangrove ini merupakan wujud komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir serta ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Waropen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan hutan mangrove sangat penting karena menjadi habitat bagi berbagai biota laut seperti ikan, udang, kepiting, dan organisme lainnya yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Selain itu, mangrove juga memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar sehingga berperan penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim dan pemanasan global.

Mangrove bukan hanya menjaga garis pantai, tetapi juga menjadi penyerap karbon alami yang sangat efektif. Karena itu, penanaman dan pelestarian mangrove merupakan bagian dari upaya kita menghadapi tantangan perubahan iklim,” katanya.

Robby menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan hidup untuk keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, hingga masyarakat menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara gotong royong.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman saja. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat ikut menjaga dan merawat mangrove yang telah ditanam agar tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa makna terbesar dari kegiatan tersebut adalah menanam harapan bagi masa depan lingkungan Kabupaten Waropen.

“Penanaman mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam harapan bagi masa depan lingkungan, melindungi pesisir Waropen, menjaga sumber kehidupan masyarakat, serta mewariskan alam yang lestari bagi generasi mendatang,” terang Robby Duwiri.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *