Terobos Hutan Demi Bansos, Kapolres Waropen Jatuh Bangun di Jalur Soyoi

Kapolres Waropen AKBP Iip Syarif Hidayat, S.H. memimpin langsung touring bakti sosial menggunakan motor trail menuju Distrik Soyoi Mambay dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-80. (Ft: IST)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Jalan setapak berlumpur, tanjakan licin, dan jalur hutan yang belum sepenuhnya terbuka menjadi tantangan berat yang harus dilalui rombongan Touring Bhakti Sosial Polres Waropen menuju Distrik Soyoi Mambay.

Namun medan ekstrem itu tak menyurutkan langkah Kapolres Waropen AKBP Iip Syarif Hidayat, S.H. yang memimpin langsung perjalanan menggunakan sepeda motor trail dalam rangka bakti sosial menjelang HUT Bhayangkara ke-80.

Dalam perjalanan menembus hutan menuju distrik pedalaman tersebut, Kapolres bahkan dilaporkan dua kali terjatuh saat melintasi jalur licin dan berat.

Meski demikian, ia tetap bangkit dan melanjutkan perjalanan hingga tiba di lokasi tujuan bersama rombongan yang bertahan.

Perjalanan ini bukan hanya menjadi bukti semangat pengabdian, tetapi juga menggambarkan beratnya akses transportasi menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Waropen.

Touring sosial yang dipimpin Kapolres itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80, dengan misi membawa bantuan sosial sekaligus melihat langsung kondisi masyarakat di Distrik Soyoi Mambay.

Menggunakan motor trail, rombongan harus berjibaku dengan medan yang didominasi jalan tanah, lumpur, hingga jalur hutan yang sempit dan belum memadai untuk dilalui kendaraan secara nyaman.

Dalam wawancara khusus dengan media ini, Kapolres Waropen AKBP Iip Syarif Hidayat, S.H. mengakui perjalanan menuju Soyoi Mambay bukanlah hal mudah.

Selain harus menjaga keseimbangan motor di tengah jalur yang berat, rombongan juga dihadapkan pada risiko kendaraan mogok atau rusak di tengah perjalanan.

“Medannya memang sangat berat. Jalan masih didominasi hutan, berlumpur, licin, dan cukup menguras tenaga. Saya sendiri dua kali jatuh di perjalanan, tetapi itu tidak mengurangi semangat kami untuk tetap sampai ke lokasi dan menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Menurut Kapolres, touring menuju Soyoi Mambay bukan semata perjalanan biasa, melainkan bentuk komitmen Polres Waropen untuk hadir langsung di tengah masyarakat, termasuk di wilayah yang aksesnya masih sulit dijangkau.

Ia menyebut, bakti sosial menjelang HUT Bhayangkara ke-80 sengaja diarahkan agar manfaat kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat di distrik-distrik terpencil.

“Bakti sosial ini bukan hanya soal menyalurkan bantuan, tetapi juga tentang kehadiran dan kepedulian. Kami ingin masyarakat di wilayah pedalaman merasakan bahwa Polri hadir bersama mereka, mendengar, melihat, dan ikut merasakan kondisi yang dihadapi,” katanya.

Meski berhasil mencapai lokasi, tidak semua anggota touring mampu menuntaskan perjalanan. Beberapa personel dilaporkan terpaksa kembali di tengah jalan setelah sepeda motor yang digunakan mengalami kerusakan saat melintasi jalur hutan.

Kondisi itu semakin menegaskan bahwa akses menuju Soyoi Mambay masih membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Kapolres menilai, pengalaman di lapangan itu menjadi gambaran nyata betapa pentingnya pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Waropen.

Menurutnya, akses jalan yang layak bukan hanya memudahkan mobilitas aparat atau pemerintah, tetapi yang paling utama akan sangat membantu masyarakat dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga distribusi kebutuhan pokok.

“Ini menjadi catatan penting. Kalau jalan dibangun dengan baik, tentu mobilitas masyarakat akan jauh lebih mudah. Pelayanan pemerintah juga bisa lebih maksimal masuk ke distrik-distrik. Jadi tantangan yang kami hadapi di perjalanan ini sesungguhnya menggambarkan kebutuhan mendesak akan pembangunan jalan,” pungkasnya.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *