Asisten II Setda Kabupaten Waropen Bidang Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Ben M. Ruatakurei, S.Pd., M.M., berfoto bersama seluruh peserta usai pembukaan Pertemuan Koordinasi Implementasi Jejaring Layanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro) di Aula Hotel Elvonso Widuri, Selasa (15/7/2026). Ft: Tamrin/mepago.co
WAROPEN | MEPAGO.CO – Pemerintah Kabupaten Waropen memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui Pertemuan Koordinasi Implementasi Jejaring Layanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro) dengan tema “Bersinergi Mewujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkualitas Menuju Generasi Emas 2045”, yang berlangsung di Aula Hotel Elvonso Widuri, Selasa (15/7/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si yang diwakili Asisten II Setda Waropen Bidang Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Ben M. Ruatakurei, S.Pd., M.M., ditandai dengan penabuhan tifa sebagai simbol dimulainya pertemuan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen dr. Jenggo Suwarko, para kepala bidang, kepala seksi, staf Dinas Kesehatan, jajaran tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para kepala distrik, kepala kampung, serta berbagai unsur pemangku kepentingan lainnya.


Dalam sambutan Bupati Waropen, yang disampaikan Ben M. Ruatakurei menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan daerah adalah melahirkan generasi Waropen yang sehat, cerdas, dan berkarakter sebagai modal utama menyongsong Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, cita-cita tersebut merupakan tantangan bersama yang harus dijawab oleh seluruh pemangku kepentingan melalui kerja sama lintas sektor, bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan semata.
“Anak-anak Waropen harus tumbuh sehat, pintar, dan memiliki karakter yang baik. Mereka adalah generasi penerus yang akan membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih baik. Itulah harapan kita menuju Generasi Emas 2045,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak masa kehamilan. Karena itu, kesehatan ibu menjadi faktor utama yang menentukan kualitas anak yang akan dilahirkan.
“Kalau ibunya sehat, maka peluang melahirkan anak yang sehat juga akan semakin besar. Sebaliknya, apabila kondisi kesehatan ibu kurang baik, maka akan berdampak terhadap tumbuh kembang anak, termasuk kondisi fisik maupun psikologisnya,” jelas Ruatakurei.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil melalui konsumsi makanan bergizi dan pelayanan kesehatan yang optimal sejak masa kehamilan hingga persalinan.
Lebih lanjut, Ruatakurei mengajak seluruh perangkat daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam penanganan persoalan gizi, stunting, serta kesehatan ibu dan anak.
Menurutnya, peran Dinas Sosial, Bappeda, pemerintah distrik, hingga pemerintah kampung sangat penting dalam mendukung program tersebut, termasuk melalui pemanfaatan dana desa dan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Melalui jejaring pelayanan dan kerja sama lintas sektor, kita harus memastikan kebutuhan kesehatan ibu dan anak benar-benar terpenuhi. Program ini memang terlihat sederhana, tetapi apabila tidak dilaksanakan secara konsisten, maka hasilnya tidak akan maksimal,” katanya.
Ia berharap pertemuan koordinasi ini menghasilkan langkah-langkah nyata yang memperkuat sinergi antarinstansi dalam meningkatkan pelayanan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi di Kabupaten Waropen.
“Semoga melalui pertemuan ini lahir komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik, sehingga kita mampu mewujudkan generasi Waropen yang sehat, cerdas, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutupnya.







