Yohan Rumayomi
WAROPEN | MEPAGO.CO – Kepala Suku Masyarakat Adat Riseisayati, Kabupaten Waropen, Yohan Rumayomi, mengecam keras aksi pembunuhan terhadap warga sipil yang diduga dilakukan oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) di Kabupaten Yahukimo. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan memproses para pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan itu disampaikan Yohan sebagai bentuk keprihatinan atas peristiwa yang menewaskan tiga warga sipil Orang Asli Papua (OAP) yang juga merupakan aparat kampung di Kabupaten Yahukimo.
Menurut Yohan, tindakan kekerasan yang merenggut nyawa warga sipil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Ia menegaskan bahwa masyarakat adat menginginkan kehidupan yang aman, damai, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan.
“Kami sebagai masyarakat adat menolak dengan tegas segala bentuk pembunuhan terhadap warga sipil, terlebih jika korbannya adalah Orang Asli Papua. Nyawa manusia harus dihormati dan dilindungi,” tegas Yohan Rumayomi.
Ia menilai aksi pembunuhan hanya akan menimbulkan penderitaan bagi keluarga korban serta menciptakan rasa takut di tengah masyarakat. Karena itu, ia berharap aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus tersebut agar para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Selain itu, Yohan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Tanah Papua.
Ia juga berharap penyelesaian berbagai persoalan di Papua lebih mengedepankan dialog, penghormatan terhadap hak hidup, serta pendekatan damai demi mewujudkan Papua yang aman, tenteram, dan sejahtera.
Senada dengan itu, tokoh masyarakat sekaligus tokoh adat, Derek Simon Imbiri, turut menyampaikan duka cita dan mengecam keras aksi kekerasan yang menewaskan tiga warga pribumi yang juga merupakan aparat kampung di Kabupaten Yahukimo.
“Saya turut berduka atas peristiwa tersebut. Saya berharap masyarakat di Yahukimo bersama TNI dan Polri dapat sama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif, sehingga persoalan ini tidak berkembang dan kejadian serupa tidak terulang kembali, khususnya di Kabupaten Yahukimo maupun di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Derek. (Redaksi)







