WAROPEN | MEPAGO.CO – Kebersamaan antara TNI dan masyarakat terus diperkuat melalui kegiatan keagamaan dan komunikasi sosial. Hal itu ditunjukkan prajurit Yonif TP 860/NSK melalui program BERSATU (Beribadah Bersama Tumbuhkan Persaudaraan) di Masjid Al-Muhajirin, Kemon Jaya SP V, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen, Jumat (21/8/2026).
Sebanyak 30 prajurit Yonif TP 860/NSK dipimpin Letda Inf Dzikri mengikuti salat Jumat berjamaah bersama masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang semakin dekat antara prajurit dan warga.
Sejak kedatangan hingga berakhirnya rangkaian kegiatan, suasana berlangsung tertib, aman dan penuh kekhidmatan. Prajurit dan masyarakat membaur bersama di dalam masjid, mencerminkan semangat persaudaraan serta kebersamaan tanpa sekat.
Kegiatan BERSATU tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ibadah bersama, tetapi juga menjadi sarana bagi prajurit untuk hadir lebih dekat dengan kehidupan sosial masyarakat di wilayah penugasan.
Melalui pendekatan tersebut, Yonif TP 860/NSK berupaya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi sosial. Kehadiran prajurit di tengah warga diharapkan dapat menumbuhkan rasa saling menghormati, kepedulian dan kepercayaan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial melalui pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Dengan membangun komunikasi secara langsung, prajurit dapat lebih memahami kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Diharapkan kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dipelihara dan dikembangkan, sehingga hubungan antara prajurit Yonif TP 860/NSK dengan masyarakat Kabupaten Waropen semakin erat.
“Melalui ibadah bersama, silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat dapat terus terjaga. Dari kebersamaan inilah diharapkan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat,” menjadi semangat yang tercermin dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Seluruh rangkaian kegiatan BERSATU di Masjid Al-Muhajirin berlangsung aman, lancar dan penuh kekhusyukan. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat menjadi wujud bahwa pengabdian tidak hanya dilakukan melalui tugas pengamanan, tetapi juga dengan membangun persaudaraan dan kebersamaan bersama rakyat. (Pen Yonif TP 860)
Editor: Tamrin Sinambela







