Plt. Kepala Dinas PPPA dan KB Waropen, Dina Angganeta Samori, SH., MH., saat menyampaikan laporan kegiatan sebagai penanggung jawab. (Ft: Tamrin/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Pemerintah Kabupaten Waropen memperkuat upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui pemantauan data keluarga berisiko stunting serta penguatan pelaksanaan aksi konvergensi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Kegiatan bertajuk “Pemantauan Data dan Informasi Keluarga Berisiko Stunting serta Penguatan Pelaksanaan dan Penilaian Monitoring Aksi Konvergensi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Kabupaten Waropen” tersebut dilaksanakan selama satu hari, Jumat (4/9/2026), di Gedung Pertemuan Hotel Alfanso Widuri.
Kegiatan dibuka oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Waropen, Bob Woriori, dan diikuti sejumlah OPD yang berkaitan dengan perencanaan maupun pelaksanaan program percepatan pencegahan dan penurunan stunting.
Dalam laporan penanggung jawab kegiatan, Plt. Kepala Dinas PPPA dan KB Kabupaten Waropen, Dina Angganeta Samori, SH., MH., mengatakan pemantauan data dan informasi keluarga berisiko stunting menjadi bagian penting dalam memastikan intervensi pemerintah daerah berjalan tepat sasaran.
Pemantauan tersebut mencakup sejumlah kelompok sasaran, mulai dari remaja, calon pengantin atau calon pasangan usia subur (PUS), ibu hamil, ibu pascapersalinan, bayi di bawah dua tahun (baduta), hingga balita.
Menurut Dina, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di lapangan melalui kolaborasi dan sinergi antarpemangku kepentingan. Selain itu, monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengukur serta menilai kinerja program secara berkelanjutan berdasarkan data yang objektif.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan di lapangan melalui kolaborasi para pemangku kepentingan yang sinergis,” kata Dina dalam laporannya.
Ia menjelaskan, hasil monitoring juga diharapkan dapat menjadi bahan untuk memperkuat regulasi dan kebijakan daerah dalam mendukung program percepatan pencegahan dan penurunan stunting. Transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program kepada masyarakat juga menjadi bagian yang didorong melalui kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi mengenai percepatan pencegahan dan penurunan stunting yang disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen. Sementara materi mengenai perencanaan program terkait stunting disampaikan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Waropen.
Peserta juga diarahkan untuk menyampaikan capaian intervensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing perangkat daerah.
Selain itu, setiap peserta diharapkan memberikan klarifikasi dan konfirmasi atau umpan balik terhadap data sasaran yang telah diperbarui, capaian layanan, serta realisasi program dan kegiatan yang tercatat dalam Web Aksi Bangda.
Dina menambahkan, Dinas PPPA dan KB juga memberikan dukungan dan fasilitasi dalam memperkuat implementasi kebijakan daerah terkait percepatan pencegahan dan penurunan stunting hingga tingkat desa dan kelurahan.
Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk OPD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), BUMN, BUMD, pihak swasta, serta unsur lainnya.
Melalui penguatan monitoring dan evaluasi secara berkala, Pemerintah Kabupaten Waropen diharapkan dapat memastikan program intervensi berjalan lebih terarah, berbasis data, dan sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Waropen dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mempercepat pencegahan dan penurunan stunting di daerah.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







