PT WRN Bersama Pemerintah dan Masyarakat Waropen Perkuat Pencegahan Karhutla

Peserta Pelatihan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) PT Wana Rimba Nusantara (WRN) melakukan simulasi penyemprotan air untuk memadamkan titik api sebagai bagian dari praktik penanganan Karhutla sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan, kesiapsiagaan, dan kemampuan peserta dalam melakukan upaya pemadaman secara tepat, aman, dan terkoordinasi guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Waropen. (Ft: IST)

WAROPEN | MEPAGO.CO – PT Wana Rimba Nusantara (WRN) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat adat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui kegiatan sosialisasi, pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA), dan pelatihan pencegahan Karhutla yang berlangsung pada 21–22 Oktober 2026 di Balai Kampung SP 3 Demisa, Distrik Inggerus, Kabupaten Waropen, Papua.

Kegiatan ini diikuti 30 peserta yang berasal dari Kampung SP 3 Demisa, Firo, SP 2 Harapan Jaya, dan Awera. Pelaksanaannya mendapat dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Waropen, KPHP Unit XVII Waropen, Pemerintah Distrik Inggerus, masyarakat adat, serta ForestPro selaku mitra perusahaan.

Dalam sambutan pembukaan, perwakilan PT WRN, Nugraha Jayeng Sasana, menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus memperkuat kerja sama dengan masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.

Kepala BPBD Kabupaten Waropen, Petrus Tanati, mengapresiasi inisiatif PT WRN dan menegaskan bahwa pencegahan serta penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat.

Momen foto bersama seluruh peserta kegiatan Sosialisasi, Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Pelatihan Pencegahan Karhutla yang diselenggarakan PT Wana Rimba Nusantara (WRN) bersama pemerintah dan masyarakat adat di Balai Kampung SP 3 Demisa, Distrik Inggerus, Kabupaten Waropen, pada 21–22 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta menjaga kelestarian hutan dan lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (Ft:IST)

Senada dengan itu, Kepala Distrik Inggerus, Frids E. Mbaubedari, mengajak masyarakat untuk menghindari aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran tidak terkendali dan merusak lingkungan.

Sementara itu, Kepala KPHP Unit XVII Waropen, Daniello F.E. Wonatorey, yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia juga menyatakan kesiapan KPHP untuk terus berkolaborasi dengan instansi terkait dalam menjaga kelestarian hutan di Kabupaten Waropen.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi sosialisasi mengenai pencegahan Karhutla, pembentukan kelompok relawan MPA, serta pelatihan teknis di lapangan. Materi praktik meliputi pengenalan peralatan, teknik penggunaan alat, hingga simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Pada sesi penutupan, perwakilan PT WRN, Dimas Aulia Miftahul Khusna, menyampaikan bahwa pembentukan MPA akan ditindaklanjuti melalui penyusunan jadwal patroli agar kegiatan pencegahan dapat dilaksanakan secara terarah, aman, dan terstruktur.

Dukungan turut disampaikan Kepala Suku Awera, Yulius Taru, bersama perwakilan Kepala Suku Demisa. Keduanya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan oleh masyarakat dalam mencegah kebakaran di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, PT WRN berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat adat semakin kuat sehingga upaya pencegahan Karhutla dapat berjalan secara berkelanjutan demi menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di Kabupaten Waropen. (Redaksi)

Editor: Tamrin Sinanbela

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *