Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote tampak meletakkan tangan di tubuh sapi kurban bantuan Presiden RI usai penyerahan secara simbolis kepada pengurus Masjid Thoriqul Huda di Kabupaten Waropen, Selasa (26/5/2026). (Ft: Tamrin/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Bantuan Kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia berupa sapi kurban dengan bobot mencapai 840 kilogram diserahkan secara simbolis oleh Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, di halaman Masjid Thoriqul Huda, Kabupaten Waropen, Selasa (26/5/2026).
Sapi kurban yang dipelihara peternak lokal selama kurang lebih 3,5 tahun tersebut merupakan bantuan Presiden RI untuk masyarakat muslim di Kabupaten Waropen dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Dalam sambutannya, Bupati Fransiscus Xaverius Mote menyampaikan bahwa penyerahan bantuan sapi kurban berlangsung dalam suasana hangat, penuh sukacita, serta mencerminkan harmoni dan persaudaraan antar umat beragama di Kabupaten Waropen.

Foto bawah, Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote berfoto bersama usai penyerahan bantuan sapi kurban di halaman Masjid Thoriqul Huda, Selasa (26/5/2026). (Ft: Tamrin)

Menurutnya, Hari Raya Iduladha bukan hanya sekadar simbol keagamaan, tetapi juga mengandung semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Nilai tersebut dinilai sangat penting dalam menjaga kerukunan dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat Waropen.
“Semangat berbagi inilah yang harus terus ditumbuhkan di tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Waropen,” ujar Bupati.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Waropen dan masyarakat, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat di daerah tersebut melalui bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban.
Ia juga memberikan penghargaan kepada pengurus Masjid Thoriqul Huda serta Dinas Peternakan yang telah membantu proses pemeliharaan hingga penyerahan sapi kurban tersebut.
Bupati menegaskan bahwa Kabupaten Waropen merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang.
Karena itu, kebersamaan dan toleransi antar umat beragama harus terus dijaga sebagai kekuatan besar dalam mendukung pembangunan Negeri Seribu Bakau Waropen sesuai semangat “Ndi Sisiwo Ndi Korano”.
Lebih lanjut, Fransiscus Xaverius Mote menjelaskan bahwa ibadah kurban mengandung makna mendalam tentang keikhlasan dan kepedulian sosial.
“Ibadah kurban mengajarkan bahwa apa yang kita miliki bukan semata-mata hanya milik kita sendiri, tetapi juga ada hak orang lain di dalamnya,” ungkapnya.
Ia berharap pembagian daging kurban dapat dilakukan secara tertib dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat kurang mampu, sehingga makna dan manfaat ibadah kurban benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
Kegiatan penyerahan bantuan kemasyarakatan Presiden berupa sapi kurban tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Waropen, Kapolres Waropen, Pabung Kodim 1709/Yawa Kabupaten Waropen, Kadistrik Waropen Bawah, para kepala kampung, pengurus masjid, serta umat muslim setempat.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







