Bupati F.X. Mote Lepas 60 Anak Nelayan Waropen Kuliah Gratis

Senyum penuh harapan mengiringi kebersamaan Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., saat berfoto bersama 60 calon mahasiswa anak nelayan, para orang tua, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Waropen usai prosesi pelepasan menuju perguruan tinggi di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ft: IST

WAROPEN | MEPAGO.CO – Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., secara resmi melepas 60 putra-putri terbaik dari keluarga nelayan Kabupaten Waropen untuk melanjutkan pendidikan tinggi di sejumlah perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jumat (24/7/2026).

Prosesi pelepasan yang berlangsung penuh haru itu dihadiri para orang tua calon mahasiswa, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Waropen Helena Ramandei, serta jajaran pemerintah daerah. Tangis bahagia dan doa mengiringi keberangkatan para calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di berbagai daerah di Indonesia.

Sebanyak 60 anak nelayan tersebut akan menempuh pendidikan di tujuh kota, yakni Jakarta, Karawang, Pangandaran, Sidoarjo, Bitung, Bone, dan Kupang. Mereka diterima di sejumlah lembaga pendidikan tinggi vokasi di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Bupati Fransiscus Xaverius Mote mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Waropen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak dari keluarga nelayan yang selama ini memiliki keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Menurutnya, keberangkatan para mahasiswa ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Waropen dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), Pusat Pendidikan KKP, serta Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta.

“Ini adalah anak-anak nelayan Waropen. Seluruh biaya pendidikan mereka, mulai dari semester pertama hingga lulus, ditanggung oleh pemerintah. Tidak hanya biaya kuliah, tetapi juga asrama, makan, dan kebutuhan selama mengikuti pendidikan,” ujar Bupati Mote.

Ia menegaskan para orang tua tidak perlu merasa khawatir melepas anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan di luar Papua. Menurutnya, sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di perguruan tinggi KKP tidak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan mental kepemimpinan.

Program tersebut, lanjut Bupati, diharapkan dapat menjadi solusi dalam memutus mata rantai kemiskinan keluarga nelayan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan generasi muda Waropen.

Suasana haru tampak menyelimuti prosesi pelepasan. Sejumlah orang tua terlihat menitikkan air mata sambil memeluk anak-anak mereka sebelum berangkat menempuh pendidikan. Bagi banyak keluarga nelayan, kesempatan mengenyam pendidikan tinggi kedinasan selama ini merupakan impian yang sulit diwujudkan karena keterbatasan biaya.

“Kami berharap orang tua terus memberikan doa dan dukungan kepada anak-anak agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik, kembali ke daerah, dan mengabdi untuk membangun Waropen, khususnya di sektor kelautan dan perikanan,” kata Bupati.

Bupati F.X. Mote juga berharap program tersebut dapat terus berlanjut sebagai upaya bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia Papua yang unggul, berdaya saing, dan mampu memajukan sektor kelautan serta perikanan di Kabupaten Waropen.

Penulis,: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *