Bupati Mote Buka Musrenbang Distrik, Tekankan Transparansi Anggaran Kampung

Pembukaan Musrenbang tingkat distrik ditandai dengan penabuhan tifa oleh Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote. Tampak Bupati memegang dan menabuh tifa didampingi Kepala Bappeda, Kadistrik Waropen Bawah, Kapolsek Waropen Bawah, perwakilan Danramil, serta Kepala Kampung Swara Jaya  SP-6 sebagai tanda resmi dimulainya forum. (Ft: Tamrin/mepago.co)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Pemerintah Kabupaten Waropen melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) tingkat distrik. Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula Distrik Waropen Bawah, Selasa (24/2/2025).

Musrenbang tersebut dibuka langsung oleh Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote, yang ditandai dengan penabuhan tifa sebagai simbol dimulainya forum perencanaan pembangunan.

Kabupaten Waropen saat ini terdiri dari 11 distrik definitif dan 1 distrik persiapan, yakni Distrik Walay, serta 100 kampung definitif dan 11 kampung calon definitif yang tersebar di seluruh wilayah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Bappeda Mesak Wonatorei, S.Pd, Plt. Kadistrik Waropen Bawah Alfons Wenggi, S.IP, Danramil Waropen Bawah yang diwakili, Kapolsek Waropen Bawah, jajaran ASN distrik, para kepala kampung, Bamuskam, serta unsur terkait lainnya.

Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote, berfoto bersama usai pembukaan Musrenbang tingkat distrik (foto atas).
Sementara pada foto bawah, para peserta Musrenbang tampak mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh perhatian dan semangat kebersamaan. (Ft: Tamrin)

Musrenbang mengusung tema “Pemenuhan Layanan Dasar yang Didukung dengan Sarana dan Prasarana yang Berkualitas” guna mewujudkan Waropen bangkit, mandiri, dan sejahtera yang berkeadilan.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan agar setiap usulan pembangunan dari kampung benar-benar lahir melalui musyawarah bersama masyarakat, bukan keputusan sepihak kepala kampung.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran kampung secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Jangan sampai karena kesalahan pengelolaan anggaran, kita harus berurusan dengan hukum,” tegasnya.

Selain itu, Bupati mengimbau para kepala kampung untuk membangun hubungan yang harmonis dengan Bamuskam demi terciptanya kebersamaan dan kemajuan dalam pembangunan kampung.

 

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *