Disdikbud Waropen Gandeng Yayasan Papua Kasih Transformasi Pembelajaran

Usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Direktur Yayasan Papua Kasih secara simbolis menyerahkan buku kepada Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waropen, disaksikan langsung oleh Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si. (Ft: Tamrin/MEPAGO CO)

WAROPEN | MEPAGO CO – Pemerintah Kabupaten Waropen terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waropen dengan Yayasan Papua Kasih terkait Program Transformasi Pembelajaran. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Klasis GKI Waropen, Kamis (30/7/2026).

Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi “Waropen Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera yang Berkeadilan.” Menurutnya, kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pendidikan yang bermutu.

Dalam sambutannya, Bupati mengutip pernyataan tokoh dunia Nelson Mandela yang menyebut bahwa “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia.” Ia menilai kutipan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang mampu membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat.

Bupati berharap kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Waropen, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Yayasan Papua Kasih tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi diwujudkan melalui program-program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi guru, peserta didik, dan seluruh sekolah di Kabupaten Waropen.

Ia menjelaskan, Program Transformasi Pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru, memperkuat literasi dan numerasi peserta didik, mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif, memperluas pendampingan kepada sekolah, serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.

“Pemerintah Kabupaten Waropen akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki komitmen yang sama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak para kepala sekolah dan guru untuk menyambut program tersebut dengan semangat belajar dan terus meningkatkan profesionalisme. Menurutnya, guru tidak hanya berperan mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, serta mempersiapkan generasi penerus yang unggul dan berdaya saing.

Momen penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Transformasi Pembelajaran antara Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waropen dengan Direktur Yayasan Papua Kasih, disaksikan langsung oleh Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si. Kolaborasi ini menjadi komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak generasi Waropen yang unggul. Foto bawah: para peserta yang mengikuti kegiatan penandatanganan PKS. (Ft: Tamrin)

Selain itu, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari lembaga pendidikan, yayasan, dunia usaha, organisasi masyarakat, orang tua, hingga masyarakat luas agar kualitas pendidikan di Waropen terus meningkat.

Bupati juga mengingatkan bahwa semangat filosofi masyarakat Waropen, “Ndi Sowosio Ndi Korako” yang berarti persatuan melahirkan kekuatan, harus menjadi landasan dalam membangun pendidikan. Dengan kebersamaan, berbagai tantangan diyakini dapat dihadapi untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan.

Menurutnya, penandatanganan kerja sama ini memiliki makna strategis karena menjadi komitmen bersama antara pemerintah daerah dan Yayasan Papua Kasih dalam melaksanakan program transformasi pembelajaran secara terarah, terukur, dan berkelanjutan demi mencetak generasi Waropen yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *