Bupati Mote Sapa Pelajar di Peringatan HAN ke-42

Usai memimpin Upacara Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si turun langsung menyapa para pelajar. Dengan penuh keakraban, Bupati berdialog dan menanyakan cita-cita mereka, mulai dari ingin menjadi dokter, guru, TNI, Polri, hingga profesi lainnya. (Ft: Tamrin/mepago.co)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kabupaten Waropen menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Waropen untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan generasi emas Indonesia 2045. Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui karnaval dan upacara tersebut berlangsung di lapangan Papryndey, Kamis (23/7/2026).

Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, bertindak sebagai pembina upacara. Kegiatan ini dihadiri anggota DPRK, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para guru, serta ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK sederajat.

Usai upacara, suasana menjadi semakin hangat ketika Bupati Mote turun langsung menyapa para pelajar. Ia mengajak anak-anak berdialog dengan memberikan sejumlah pertanyaan mengenai cita-cita dan harapan mereka di masa depan.

Berbagai jawaban pun disampaikan para pelajar dengan penuh percaya diri. Ada yang bercita-cita menjadi dokter, prajurit TNI, anggota Polri, guru, hingga profesi lainnya.  Antusiasme para siswa mendapat apresiasi dari Bupati Mote yang menilai anak-anak Waropen memiliki semangat besar untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset sekaligus investasi daerah yang harus dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi pemimpin di berbagai sektor pembangunan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Waropen berkomitmen mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045 melalui peningkatan kualitas pendidikan, pemenuhan layanan kesehatan, pencegahan perkawinan usia dini, pembentukan karakter yang berakhlak, serta pelestarian nilai-nilai budaya Waropen.

Selain itu, ia juga mendorong para pelajar untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing di era digital tanpa meninggalkan jati diri sebagai generasi Waropen.

Anak-anak adalah masa depan Waropen. Menyiapkan mereka merupakan tanggung jawab kita semua sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jauhi segala bentuk kekerasan, hormati dan dengarkan nasihat orang tua serta guru. Gunakan waktu sebaik-baiknya selama masih bersekolah, karena kesempatan ini sangat berharga untuk meraih cita-cita,” pesan Bupati Mote. 

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *