Claudia: Pelayanan untuk Kemuliaan Tuhan

WAROPEN | MEPAGO.CO – Pelayanan kepada Tuhan bukan untuk mencari pujian, pengakuan maupun keuntungan pribadi, melainkan sebagai bentuk persembahan hidup untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

Pesan tersebut disampaikan Claudia, S.Th saat menyampaikan khotbah dalam ibadah Minggu malam, 26 September 2026, di aula Hotel Kelapa Dua pada Jemaat GBAI Percaya Yesus, dengan tema “Pelayanan Didukung Banyak Orang” berdasarkan firman Tuhan dalam Kolose 4:7-18.

Claudia mengatakan, Rasul Paulus memberikan teladan bahwa pelayanan tidak dilakukan seorang diri. Paulus memiliki rekan-rekan yang turut mendukung, menguatkan dan mengambil bagian dalam pekerjaan pelayanan.

“Sebagai seorang pelayan Tuhan, kita tidak bisa bekerja seorang diri. Rasul Paulus memiliki tim dan merangkul banyak orang untuk bersama-sama melakukan pelayanan,” katanya.

Menurut Claudia, inti pelayanan adalah setiap orang memiliki peran penting dalam pelayanan. Tidak ada seorang pun yang dianggap tidak berguna dalam pekerjaan Tuhan. Setiap orang memiliki karunia, kesempatan dan tanggung jawab yang dapat digunakan untuk mendukung pelayanan.

Ia menjelaskan, hal tersebut dapat dilihat dalam Kolose 4:15, ketika Paulus menyampaikan salam kepada jemaat dan orang-orang yang terlibat dalam kehidupan jemaat. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan tidak hanya berpusat pada satu orang, tetapi melibatkan banyak pribadi yang memiliki peran dalam membangun kehidupan tubuh Kristus.

“Setiap orang memiliki peran penting dalam pelayanan. Karena itu, jangan merasa bahwa pelayanan hanya menjadi tugas orang-orang tertentu. Tuhan memberikan kesempatan kepada setiap kita untuk mengambil bagian,” jelasnya.

Lebih lanjut, Claudia menekankan adanya tanggung jawab bersama dalam tubuh Kristus, sebagaimana tergambar dalam Kolose 4:16-18. Setiap pelayan dan jemaat memiliki tanggung jawab untuk saling mendukung, menyampaikan pesan firman, memperhatikan sesama serta menjalankan tugas pelayanan dengan setia.

Menurutnya, kebersamaan dalam pelayanan menjadi penting karena pekerjaan Tuhan membutuhkan kerja sama. Ketika setiap orang menjalankan perannya dengan benar, pelayanan dapat berjalan dengan baik dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Claudia mengatakan, motivasi pelayanan yang benar harus berakar pada rasa syukur dan kasih kepada Tuhan, ketaatan terhadap panggilan Tuhan, kerinduan untuk memuliakan Kristus, beban terhadap jiwa-jiwa melalui pemberitaan Injil, serta kerelaan untuk berkorban.

Ia juga mengingatkan jemaat agar memiliki sikap hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Pelayanan tidak hanya berbicara tentang aktivitas di gereja, tetapi juga bagaimana seseorang menunjukkan iman melalui perkataan, sikap dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, Claudia mengingatkan agar motivasi yang keliru dalam pelayanan terus dimurnikan. Di antaranya keinginan mencari pujian dan pengakuan, keuntungan pribadi atau materi, melayani karena rasa bersalah atau sekadar kewajiban, merasa paling berjasa, maupun menjadikan pelayanan hanya sebagai sarana mencari komunitas.

“Karena itu, kita perlu memeriksa kembali motivasi kita. Apa sebenarnya yang menjadi tujuan kita ketika melayani Tuhan?” ujarnya.

Ia mengajak jemaat belajar dari Rasul Paulus yang melibatkan banyak orang dalam pelayanan. Setiap orang memiliki peran dan dapat saling melengkapi sesuai karunia serta panggilannya.

Pelayanan, lanjut Claudia, membutuhkan kebersamaan, dukungan dan kepedulian. Jemaat dipanggil untuk saling menguatkan, baik dalam keadaan suka maupun duka, sehingga kehidupan bersama sebagai tubuh Kristus semakin kuat.

“Belajar dari Rasul Paulus, kita tidak bekerja sendiri. Mari merangkul, mendukung dan bekerja bersama dalam pelayanan. Setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab, sehingga semuanya dilakukan untuk hormat dan kemuliaan Tuhan,” pungkasnya.

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *