Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen, dr. Jenggo Suwarko, tampak berada di barisan paling depan saat memberikan arahan sekaligus memimpin rapat koordinasi. (Ft: Tamrin/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Dalam rangka mengamankan pelaksanaan Program Strategis Nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Waropen, Provinsi Papua, Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen menggelar rapat koordinasi bersama para pengelola MBG di kantor Dinas Kesehatan setempat, Rabu, 28 Januari 2026.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen, dr. Jenggo Suwarko, M.H.Kes, didampingi Plt. Kepala Seksi Pengendalian Kesehatan Lingkungan, Frens Sineri, SKM., M.Kes, serta dihadiri para Kepala Puskesmas dan jajaran Dinas Kesehatan.
Turut hadir perwakilan pengelola MBG SP5 Jalur 2 dan Jalur 3, KBO Intelkam Polres Waropen, serta Bhabinsa Waropen Bawah.
Plt. Kadinkes Waropen, dr. Jenggo Suwarko, menjelaskan bahwa rapat tersebut digelar menindaklanjuti laporan adanya indikasi penyakit kulit yang dialami sejumlah karyawan dapur MBG. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan menegaskan bahwa seluruh tenaga dapur MBG wajib dalam kondisi sehat demi menjamin keamanan dan kehigienisan makanan.
“Kami memastikan seluruh karyawan yang bekerja di dua dapur MBG harus sehat. Dinas Kesehatan akan melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap seluruh tenaga dapur. Hanya karyawan yang dinyatakan sehat yang diperbolehkan tetap bekerja,” tegas dr. Jenggo kepada awak media.
Ia menambahkan, bagi karyawan dapur yang tidak bersedia menjalani pemeriksaan kesehatan, Dinas Kesehatan akan memberikan catatan kepada pengelola untuk sementara waktu merumahkan yang bersangkutan. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjamin MBG yang higienis, aman, dan layak konsumsi.
“Program MBG ini dikonsumsi oleh anak-anak sekolah sebagai generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045. Karena ini merupakan program strategis nasional Presiden dan Wakil Presiden, maka aspek kesehatan makanan, termasuk kesehatan karyawannya, harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Dr. Jenggo juga mengakui bahwa sebelumnya pemeriksaan kesehatan telah dilakukan, namun masih terdapat sebagian karyawan dapur yang belum bersedia diperiksa. Menurutnya, standar higiene MBG harus dimulai dari kesehatan para pekerja dapur.
Sementara itu, perwakilan pengelola MBG SP5 Jalur 2, Alfred Bonai, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen. “Demi menjamin MBG yang higienis, kami sangat mendukung pemeriksaan kesehatan bagi seluruh tenaga dapur kami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sugiarto, pengelola dapur MBG SP5 Jalur 3, yang menegaskan kesiapan pihaknya mendukung pemeriksaan kesehatan seluruh karyawan dapur sebagai upaya menjaga mutu dan keamanan makanan MBG.
Dengan adanya koordinasi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen berharap pelaksanaan Program MBG dapat berjalan aman, sehat, dan higienis, serta benar-benar memberikan manfaat optimal bagi para pelajar di Kabupaten Waropen.
Penullis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela
Menyesuaikan bahasa ke format humas kesehatan.
