WAROPEN | MEPAGO.CO – Intelektual asal Teluk Ampimoi, Errych Ruamba, meminta Polres Waropen segera mengambil langkah maksimal dalam pencarian lima orang yang hingga kini belum ditemukan di wilayah perairan Teluk Cenderawasih. Ia mendorong keterlibatan Polda Papua, Basarnas, dan TNI Angkatan Laut untuk memperluas wilayah pencarian.
Errych berharap Polres Waropen segera berkoordinasi dengan Polda Papua guna meminta dukungan helikopter untuk membantu pencarian dari udara. Selain itu, Basarnas Biak diharapkan mengerahkan kapal SAR untuk memperluas pencarian, terutama ke arah timur dan wilayah perairan yang diperkirakan menjadi jalur hanyutnya speed boat.
“Dalam kondisi seperti ini, kecepatan, koordinasi, dan keterlibatan semua unsur sangat menentukan. Karena itu, seluruh kemampuan dan peralatan yang tersedia perlu dikerahkan secara maksimal,” kata Errych.
Ia juga meminta Polres Waropen berkoordinasi dengan TNI AL, baik unsur yang berada di Biak maupun Nabire, untuk mengerahkan kapal patroli atau speed boat guna mendukung operasi pencarian.
Menurut Errych, berdasarkan informasi awal, kelima orang tersebut berangkat menggunakan speed boat dari Yapen menuju Waropen sekitar pukul 05.00 WIT. Dengan perkiraan waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam, mereka seharusnya tiba di wilayah Waropen sekitar pukul 07.00–08.00 WIT.
Apabila hingga pukul 09.00–12.00 WIT belum tiba dan tidak dapat dihubungi, menurutnya, kondisi tersebut sudah semestinya menjadi tanda adanya keadaan darurat sehingga upaya pencarian dan pertolongan perlu segera dilakukan.
“Pada tahap awal, secara logika mereka masih diperkirakan berada di wilayah perairan yang relatif dekat dengan Waropen. Karena itu, waktu sangat penting dalam menentukan keberhasilan pencarian,” ujarnya.
Errych menyebut terdapat sejumlah kemungkinan yang perlu menjadi perhatian tim SAR, antara lain speed boat keluar dari jalur perjalanan, salah mendarat, mengalami kehabisan bahan bakar, kemudian hanyut akibat pengaruh angin dan arus laut.
Namun, ia menegaskan kemungkinan tersebut masih merupakan perkiraan dan perlu diverifikasi oleh tim SAR melalui data cuaca, arah angin, kondisi arus laut, serta perhitungan teknis operasi pencarian dan pertolongan.
Memasuki hari ketiga sejak kelima orang tersebut dilaporkan hilang pada Minggu pagi, Errych menilai wilayah pencarian perlu diperluas. Terlebih, apabila speed boat masih berada di laut, posisi korban dapat semakin jauh dari daratan akibat pengaruh arus dan angin.
“Wilayah pencarian perlu diperluas dengan menggunakan peralatan yang mampu menjangkau perairan yang lebih luas,” katanya.
Errych berharap Polres Waropen segera meminta dukungan kepada Polda Papua, Basarnas, dan TNI AL untuk mengerahkan kapal SAR, kapal patroli, speed boat hingga helikopter sesuai kebutuhan dan hasil analisis tim SAR.
Sebagai bagian dari masyarakat Teluk Ampimoi, ia mengajak seluruh pihak memberikan perhatian terhadap pencarian kelima orang tersebut hingga ditemukan dan mendapatkan kepastian.
“Kita berharap kelima saudara kita segera ditemukan dalam keadaan selamat. Mari kita terus berdoa dan mendukung seluruh upaya pencarian,” pungkasnya lewat pesan Whatsupp kepada media ini.
Editor: Tamrin Sinambela







