F.X Mote ( Ft: Dok/ mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote,M.Si melalui BPBD menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir, menyusul peringatan dini cuaca maritim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang berlaku selama tiga hari, mulai 19 hingga 22 Maret 2026.
Berdasarkan informasi resmi BMKG Maritim Jayapura, potensi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,50 meter diperkirakan terjadi di perairan Kepulauan Ambai, Biak, dan Serui–Waropen.
Sementara itu, gelombang kategori tinggi mencapai 2,50 hingga 3,50 meter berpotensi terjadi di perairan Jayapura, Sarmi, Mamberamo hingga perairan Timur Papua.
Selain itu, kecepatan angin kencang berkisar 20 hingga 25 knot juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan tersebut, yang dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, terutama bagi pengguna transportasi laut seperti perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, hingga kapal berukuran besar. Risiko tinggi dapat terjadi apabila kecepatan angin dan tinggi gelombang melampaui batas aman, antara lain:
1. Perahu nelayan berisiko saat angin melebihi 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter
2. Kapal tongkang saat angin melebihi 16 knot dan gelombang di atas 1,50 meter
Kapal feri saat angin melebihi 21 knot dan gelombang di atas 2,50 meter
3. Kapal besar seperti kargo atau kapal pesiar saat angin melebihi 27 knot dan gelombang di atas 4,0 meter
Sehubungan dengan itu, masyarakat Kabupaten Waropen diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di laut, serta terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim dari BMKG.
Imbauan ini disampaikan di Waropen pada 20 Maret 2026 oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Waropen, Petrus Tanati, SP., M.Si, sebagai langkah antisipasi guna meminimalisir risiko serta menjaga keselamatan masyarakat.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela
